Home > HEADLINE > Penghapusan SKTM Dari Syarat Penerimaan PPDB Di Jateng Akan Disosialisasikan

Penghapusan SKTM Dari Syarat Penerimaan PPDB Di Jateng Akan Disosialisasikan

SEMARANG[Kampusnesia] – Kebijakan penghapusan surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai persyaratan penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Jateng dipastikan segera diberlakukan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kebijakan itu tetap akan diberlakukan dan kini peraturan gubernur sedang dimatangkan.

“Saat ini kami sedang menggodok peraturan gubernur tentang hal itu dan segera disosialisasikan kepada masyarakat di 13 cabang Dinas Pendidikan di seluruh Jateng,” ujarnya saat dialog interaktif “Mas Ganjar Menyapa” di Puri Gedeh, Semarang, Selasa (8/1).

Menurutnya, Pergub PPDB tersebut saat ini sedang dibahas dan akan dicocokkan dengan permendikbud yang juga sedang ada perubahan. Bahkan saat ini tengah diupayakan untuk menyosialisasikan kepada wali murid, Kepala Desa, Dinas Sosial, Kepolisian serta masyarakat luas mengenai penghapusan SKTM.

Kebijakan itu, tutur Ganjar, dikeluarkan akibat maraknya kasus SKTM palsu pada PPDB tahun lalu yang menyebabkan dunia pendidikan tercoreng dengan tindakan-tindakan demoralisasi para orang tua calon siswa, di mana ada yang kaya tetapi mengaku miskin hanya demi bisa menyekolahkan anaknya di sekolah favorit.

Namun Ganjar akan memberikan memberikan jaminan kepada para siswa miskin agar tetap bisa bersekolah dan dibiayai pemerintah.

“Kami jamin siswa miskin tetap bisa sekolah, namun mohon maaf anda tidak bisa sekolah sesuai keinginan, silakan sekolah sesuai tempat, sesuai nilai dan prestasi akademikmu, nanti negara akan memberikan biaya,” tuturnya.

Pemprov Jateng telah memberikan bantuan untuk siswa miskin dengan kenaikan dari Rp700.000 per anak menjadi Rp1 juta per anak.

“Nilai bantuan itu akan terus kami tingkatkan, jadi penghapusan SKTM ini jangan membuat orang tua siswa yang benar-benar miskin menjadi resah. Kami akan tetap menjamin anak miskin bisa sekolah di Jawa Tengah,” ujar Ganjar.

Ganjar menuturkan Pemprov Jateng juga berupaya akan terus meningkatkan kualitas sekolah-sekolah di Jateng sehingga ke depannya tidak ada lagi sekolah terfavorit, karena semua sekolah akan dijadikan favorit.

“Sekoah akan kami perbaiki semuanya, baik dari segi metode belajar mengajar, sarana pendukung minimal serta tenaga pengajar yang profesional. Guru-guru sekolah pinggiran bisa saja disekolahkan ke luar negeri untuk menambah pengalaman, serta guru-guru berprestasi akan disebar di beberapa sekolah agar terjadi pemerataan,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 4 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *