Home > HEADLINE > Ponggok Menjadi Desa Terkaya Dengan Pendapatan Rp16 Miliar Setahun

Ponggok Menjadi Desa Terkaya Dengan Pendapatan Rp16 Miliar Setahun

SEMARANG[Kampusnesia] – Desa Ponggok, Kabupaten Klaten kini menjadi desa terkaya dengan pendapatan Rp16 miliar setahun, yang diperoleh dari sumber pendapatan sejumlah obyek wisata, terutama wisata Umbul Ponggoknya yang belakangan ini semakin dikenal di kalangan wisatawan.

Bahkan anak-anak muda waga Desa Ponggok semakin gencar berinovasi dalam pemanfaatan teknologi informasi, hingga tidak mengerankan jika saat ini Desa Ponggok menjadi desa pintar atau menjadi smart village.

Kepala Desa Ponggok Junaidi Mulyono mengajak remajanya untuk memamerkan aplikasi terbaru bernama desa pintar. Melalui aplikasi tersebut, disajikan sejumlah data mengenai desa yang sangat lengkap.

“Di era digitalisasi ini, desa jangan sampai ketinggalan. Maka kami ingin menggunakan kemajuan IT ini untuk mendukung pengembangan desa,” ujar Junaidi saat diterima Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (8/1).

Menurutnya, aplikasi Desa Pintar milik Desa Ponggok memuat banyak hal, di antaranya  informasi tentang peta desa, masyarakat, kebijakan, pembangunan-pembangunan, BUMDes, penggunaan dana desa dan informasi lainnya.

“Tidak hanya itu, tetapi juga sejumlah wisata, potensi desa, pelayanan publik dan semua bentuk informasi lain yang ada di desa. Semua disajikan dalam satu aplikasi yang dapat diunduh di google playstore karena sudah berbasis android,” tuturnya.

Selain menyajikan sejumlah informasi, lnjutny, aplikasi Desa Pintar juga berisi data-data yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan desa.

“Dengan data yang tersusun rapi, diharapkan semua program dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan Nawacita Pak Presiden Joko Widodo,” ujar Junaidi.

Desa Ponggok merupakan desa berpenduduk 2.300 orang dan kini menjadi desa terkaya karena memiliki APBDes sebesar Rp4,2 miliar pada 2018 lalu. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa mencapai Rp1,7 miliar. Bahkan pendapatan beberapa tempat wisata serta unit bisnis yang dikelola BUMDes pada 2018 mencapai Rp16 miliar.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan Ponggok merupakan desa yang sangat mandiri dan terbukti sukses dalam pengelolaan potensi desanya.

“Ponggok itu bisa diibaratkan sebagai berliannya desa di Indonesia. Ponggok dengan segala kelebihannya, mampu terus berinovasi. Ini sangat membanggakan khususnya bagi Jawa Tengah,” tutur Ganjar.

Ganjar sangat mendukung penerapan teknologi informasi untuk kemajuan di desa tersebut.

“Ini keren. Desa saja bisa secanggih ini, informasinya terbuka lebar, sudah pintar betul desanya. Saya bayangkan kalau setiap desa buat seperti ini, akan membantu sekali bagi provinsi. Ini mudah-mudahan menjadi contoh bagi desa lainnya,” ujarnya. (rs)

 

* Artikel ini telah dibaca 13 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *