Home > HEADLINE > Kunjungan Wisatawan Lawangsewu Selama 2018 Meningkat

Kunjungan Wisatawan Lawangsewu Selama 2018 Meningkat

SEMARANG[Kampusnesia] – Selama liburan Natal dan Tahun Baru lalu kunjungan wisatawan ke obyek wisata bagnan bersejarah Lawansewu Semarang mencapai sebanyak 150.770 wisatawan.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mentakan kunjungan wisatyaean sebanyak itu terhitung sejak  20 Desember 2018-6 Januari 2019 dan tercatat 113.419 wisatawan orang dewasa dan 37.100 anak-anak,

“Bahkan sebanyak 260 orang merupakan wisatawan mancanegara yang mengunjungi museum yang terletak di kawasan Tugu Muda dan mengalami peningkatan dibading periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya, Rabu (9/1).

Dengan kunjjungan wisataewan sebanyakm itu jumlah pengunjung Museum Lawangsewu sepanjang 2018  tembus 1 juta lebih, mengingat sejak Januari-hingga 20 Desember  2018 tercatat jumlah pengunjung Lawangsewu sudah mencapai 966.572 orang.

Menurutnya, jumlah satu juta pengunjung Lawang Sewu itu sudah terealiasi pada Minggu ke-3 Desember 2018.

“Bisa dipastikan angka ke- 1 juta pengunjung LawangsSewu terjadi pada akhir minggu ke-3 pada Desember lalau,” tuturnya.

Museum Lawangsewu menjelma menjadi tempat destinasi menarik dan bisa lepas dari image kumuh. Penampilan tata cahaya pada malam hari membuat wajah Museum Lawangsewu semakin cantik, sehingga tidak heran, apabila banyak muda-mudi menjadikan Lawangsewu sebagai spot photo favorit.

Lawang Sewu sebagai salah satu ikon destimasi wisata Kota Semarang dari tahun ke tahun terus menunjukan tren positif dan dapat terlihat dari pengunjung dalam kurun waktu 5 tahun mengalami kenaikan dua kali lipat.

Pengunjung Museum Lawang sewu dalam kurun 5 tahun terakhir terus meningkat, pada 2014 jumlahnya 483.068 orang, dan meningkat menjadi 688.995 orang pada 2015, kemudian melonjak lagi menjadi 861.918 orang pada 2016, bahkan naik menjadi 933.945 orang dan tahun ini mulai 1 Januari hingga  20 Desember mencapai  966.572 orang.

Seperti diketahui, Lawangsewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS).

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia.

Selain itu, pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian PerhubunganJawa Tengah.

Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). (RS)

 

* Artikel ini telah dibaca 7 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *