Home > EKONOMI & BISNIS > Pemprov Jateng Bakal Dukung Realisasi Pembangunan Tol Bawen-Sleman

Pemprov Jateng Bakal Dukung Realisasi Pembangunan Tol Bawen-Sleman

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemprov Jateng siap mendukung rencana realisasi pembangunan ruas tol  Bawen – Sleman sepanjang 73,194 kilometer dan bakal ikut terlibat dalam pengerjaan sesuai porsi dan kewajiban yang dibebankan dari Kementerian PUPR.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan pembangunan ruas tol Bawen-Sleman sudah pasti bakal direalisasikan dan kini masih dalam tahap pembuatan Detail Engineering Design (DED).

Pemprov Jateng, lanjutnya, siap mengerjakan tugas untuk menyiapkan regulasi penyesuaian tata ruang, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pembebasan lahan tersebut yang akan dilintasi ruas tol tersebut.

Ruas tol yang akan menelan investasi sebesar Rp12,139 triliun itu, dipastikan ke depan bakal mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, karena akan banyak investor yang semakin berminat melakukan investasi untuk pendirian berbagai sektor industri.

“Tol Bawen-Sleman juga akan tersambung dengan rencana pembangunan ruas tol Yogyakarta-Solo sepanjang 54 kilometer, sehingga ke depan Semarang-Yogyakrata-Solo-Semarang sudah memiliki tol keseluruhannnya,” ujarnya, Rabu (9/1).

Menurutnya,  kebutuhan luas lahan untuk pembangunan ruas tol Bawen-Sleman belum diketahui dan hingga saat ini Pemprov Jateng belum menerima rancangan trase untuk infrastruktur calon penghubung Provinsi Jateng dan DIY ini.

Ruas tol tersebut, dia menambahkan diharapkan agar exit tol tetap dekat dengan bangunan cagar budaya seperi kawasan Borobudur, Candi Prambanan dan daerah wisata pendukung di Jateng dan DIY lainnya.

Tol Bawen- Sleman sepanjang 73,194 kilometer ini akan dimulai dari Ambarawa, Pringsurat, Magelang dan Mungkid. Sedangka Yogyakarta, melewati Bendung, Karangtalun, Minggir, dan Sleman serta memanjang hingga ringroad utara Yogyakarta.

Sementara tol Solo-Yogyakarta dengan panjang mencapai 54 kilometer dan akan menelan investasi senilai Rp19 triliun, yang akan diawali dari Solo, Klaten dan Yogyakarta dengan rencana juga ada bagian ruas tol yang melayang.

“Semua masih konsep, kalau mereka sudah bikin desain saya undang untuk paparan. Saat ini Kementerian PU menghitung aksesibilitas kecepatan dan traffic management. Kalau sudah detail dan eksekusi akan saya minta untuk paparan, sehingga hal-hal yang ditakutkan publik bisa dikomunikasikan dengan baik,” tutur Ganjar.

Dalam Pembangunan infrastruktur Pemerintah melakukan orientasi yang mempunyai dampak manfaat secara massif bagi masyarakat terutama pertumbuhan ekonomi  di wilayah lintasan tol. Bahkan  potensi sektor ekonomi tumbuh, termasuk wisata berkembang, petani, peternak ekonominya tumbuh dan juga sektor lainnnya.

Dia menuturkan pembangunan tol di Jateng pasti memiliki dampak baik positif maupun negatif. Tugas pemerintah adalah memaksimalkan dampak positif dan mencarikan solusi atas dampak negatif yang kemungkinan timbul.

“Dampak positifnya tentu keberadaan jalan tol akan meningkatkan sektor ekonomi, pariwisata, evakuasi kebutuhan manusia dan lainnya. Namun di sisi lain, dampak negatifnya juga pasti ada dan harus dicarikan solusinya agar hal itu tidak terjadi,” ujarnya.

Sementara melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) penetapan lokasi trase tol itu tengah dalam penyelesaian akhir sebelum penentuan jalur. Tol Semarang- Yogyakarta dibangun mulai Bawen Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Sleman.

Sebelumnya beberapa waktu lalu Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Pemprov Jawa Tengah Hanung Triyono pernah mengatakan ruas tol Bawen-Sleman sepanjang 73,194 Km akan melintasi empat wilayah, meliputi Kabupaten Semarang, Kota dan Kabupaten Magelang, serta Kabupaten Sleman.

Kemen PUUR, lanjutnya, sudah memastikan pembangunan tol itu segera dibangun, mengingat saat ini sudah memasuki proses penetapan lokasi trase dan sudah final hingga dilanjutkan penentuan jalur.

Ruas tol Bawen-Sleman, dia menambahkan akan dibangun dengan struktur konstruksi beton jalan layang karena melintasi banyak lahan curam. Bahkan tol itu ke depan akan tersambung dengan tol Yogyakarta-Solo.

Menurutnya, pada awal 2019 realisasi pembangunan sudah harus dimulai dan Pemprov Jateng beserta Pemkab/kota yang wilayahnya dilintasti tol tersebut berkewajiban melakukan pembebasan lahan yang dibutuhkan.

Pembangunan tol itu, dia menambahkan akan melintasi delapan wilayah Kecamatan dan 44 Desa di Kabupaten Magelang. Tol itu ke depan diharapkan dapat membuka akses untuk daerah-daerah yang terlintasi dan mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian, termasuk daerah sekitarnya meliputi Temanggung dan Wonosobo.

Ruas tol Semarang-Yogyakarta merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang pembangunannya dimulai pada 2018 ini. Jalan Tol Semarang-Yogyakarta terbagi menjadi dua ruas terdiri ruas Yogyakarta-Magelang dan Magelang-Bawen. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 8 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *