Home > HEADLINE > Unwahas Dan FKUB Jateng Gandeng Etnis Tiong Hwa Perkuat Gerakan Pluralisme

Unwahas Dan FKUB Jateng Gandeng Etnis Tiong Hwa Perkuat Gerakan Pluralisme

SEMARANG[Kampusnesia] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Tengah (FKUB Jateng ) dan pegiat sosial di kalangan etnis Tiong Hwa yang tergabung dalam organisasi INTI merintis kerja sama untuk penguatan pluralisme.

Ketua FKUB Jateng Drs H Taslim Syahlan M.Si mengatakan untuk merealisasaikan kerja sama segi tiga ini, ketiga pihak sedang menyiapkan naskah kerja sama. Pembicaraan awal sudah dilakukan di kampus II Unwahas Kalipancur Semarang awal pekan ini.

“Dalam pembicaraan awal kami bersepakat, kerja sama diperluas, tidak hanya sebatas penguatan pluralisme saja tetapi merambah bidang lain yang memiliki korelasi dengan upaya-upaya penguatan pluralisme,” ujar Taslim, Rabu (9/1).

Menurutnya, bidang lain itu meliputi sosialisasi organisasi INTI, pengembangan kerja sama, enterpreuner, pembinaan catur gajah, kursus bahasa mandarin  dan beasiswa. Masuknya materi sosialisai semata untuk membantu keberadaan INTI sebagai organisasi yang bersifat sosial non partisan agar tidak disalah pahami publik.

INTI memang perhimpunan  Tionghoa, lanjutnya, namun tidak bersifat eksklusif tetapi iniklusif. organisasinya berskala nasional dan terbuka. Dalam kepengurusan juga tidak hanya orang china saja tetapi juga ada etnis non-china.  Rektor Unwahas  Prof Dr Mahmutarom HR SH, MH duduk sebagai Dewan Pakar dalam kepengurusan INTI di Jateng.

Rintisan  kerja sama ini, dia menambahkan merupakan ikhtiyar yang dilakukan sebagian elemen anak bangsa yang memiliki kepedulian dalam merawat keragamaan dalam kebersamaan, yang sebelumnya sudah dirintis para pendahulu negeri ini dalam mendirikan NKRI.

Dia menuturkan pada tataran implementasi kerja sama ini diharapkan semua pihak yang terlibat dalam kerja sama ini akan mengkampanyekan kepada publik tentang pentingnya kejujuran dan sikap saling menghargai dan menghormati atas adanya perbedaan sebagai keniscayaan yang tidak dapat dihindari oleh siapapun.

Dalam pembicaraan  awal untuk menyiapkan naskah Memorandum of Undetstanding (MOU) ini masing-masing pihak diwakili pimpinannya, terdiri Rektor Unwahas Semarang Prof Dr Mahmutarom HR, SH, MH, Ketua FKUB Jateng Drs H. Taslim Syahlan, M.Si dan Ketua INTI  Gouw Andi Siswanto. (smh)

 

 

* Artikel ini telah dibaca 29 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *