Home > HEADLINE > Mbah Kusnari Peroleh Bantuan Biaya Bangun Rumah

Mbah Kusnari Peroleh Bantuan Biaya Bangun Rumah

JEPARA[Kampusnesia] –  Setelah puluhan tahun hanya tinggal di lorong rumah dua saudaranya, Mbah Kusnari (83) akhirnya bisa memiliki tempat tinggal nyaman sejak awal 2019 ini dan kini menghabiskan masa tuanya di kediaman bantuan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Hingga usia paruh baya, Mbah Kusnari menghabiskan kesehariannya di wilayah Mayong Jepara, setelah ditinggal suami yang meninggal dunia. Rumahnya berdekatan dengan saudara-saudaranya di Kendengsidialit, Welahan Jepara.

Tidak mau merepotkan, dia hanya menempati sebuah lorong di antara rumah dua keponakannya, yang kemudian viral di media sosial akhir September 2018.

Begitu mengetahui kondisi Mbah Kusnari, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung meluncur ke Jepara, bertamu ke lorong yang hanya ada kasur buluk, tatanan batu bata sebagai ranjang, almari dan tumpukan-tumpukan kain.

Pindah mawon ten panti nggih mbah, ten mriki kan peteng, mboten wonten lampune, nak udan yo bocor (pindah ke panti saja ya Mbah, di sini kan gelap, tidak ada lampunya, kalau hujan juga bocor). Tak damelke kamar ten ngajeng pripun? (Tak buatin kamar. Di depan, bagaimana?),” ujar Ganjar kepada Mbah Kusnari, Kamis (20/10).

Akhirnya proses pembangunan pun disiapkan, mengingat tidak mungkin menggunakan anggaran APBD, dana zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pun digunakan. Terlebih BAZNAS juga sangat aktif dalam pembiayaan renovasi rumah tak layak huni (RTLH), setiap renovasi per rumah menerima bantuan sebesar Rp10 juta.

“Alhamdulillah sampun dados, saget tilem angkler. Maturnuwun Pak Ganjar (Alhamdulillah sudah jadi, tidurnya bisa pulas. Terima kasih Pak Ganjar),” tutur Mbah Kusnari saat ditemui di rumahnya yang baru.

Memang tidak besar, kediaman Mbah Kusnari itu berukuran 3 x 5 meter, namun telah membuat nyaman untuk ditempati seorang diri. Untuk mengusir suntuk, Mbah Kusnari sengaja merawat lima ekor kucing.

Kediaman tersebut dibangun di depan rumah dua saudaranya yang lorongnya sempat ditempati Mbah Kusnari.

Iso dinggo konco. Nak esuk makani pitik karo manuk gone genduk (bisa dibuat teman. Kalau pagi, memberi makan ayam dan burung di rumah keponakan),” ujarnya.

Seluruh dinding bangunan tersebut terdiri batu bata dan conblock, dilengkapi satu jendela ukuran 0,5 x 1 meter dan pintu kayu berukuran 1 x 1,80 meter serta didalamnya terdapat almari dan ranjang tidur dengan kasur kapuk. Untuk menghindari dingin plester semen, lantai diberi vynil plastik.

“Total pembangunan selama 15 hari. Selain tukang, tetangga juga ikut membantu, seperti yang dipesankan pak Ganjar,” tutur Aji Purnomo (39) salah satu keponakan Mbah Kusnari.

Menurutnya, untuk kelengkapan mandi, cuci kakus, dibangun terpisah nempel di samping rumah Aji. “Yang penting Mbah Kusnari sekarang sudah punya tempat tinggal yang layak,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 4 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *