Home > HEADLINE > FKUB Jateng Ajak Tokoh Agama Dan Politisi Jaga Toleransi Jelang Pemilu 2019

FKUB Jateng Ajak Tokoh Agama Dan Politisi Jaga Toleransi Jelang Pemilu 2019

SEMARANG[Kampusnesia] – Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Tengah (FKUB Jateng) mengajak para tokoh dan pemuka agama dan politisi untuk bersama-sama merawat dan menjaga suasana harmonis, ditengah sengitnya persaingan antar politisi di panggung kampanye menjelang Pemilu 2019 mendatang.

Ketua FKUB Jawa Tengah Drs H Taslim Syahlan M.Si mengatakan persaingan untuk menggaet dukungan pemilih menjelang Pileg maupun Pilpres 2019 belakangan ini semakin sengit, isu bernuansa perbedaanpun membanjir di ranah publik yang kalau tidak bisa dikendalikan bisa menjadi bola liar yang berpotensi dapat menjadi pemicu kesenjangan dan perpecahan.

“Kami sangat berharap kepada para politisi yang sedang berkontestasi di panggung kampanye Pemilu 2019 agar tidak menghembus-hembuskan perbedaan berbasis isu agama, berkampanyelah dengan santun dengan mengedepankan semangat menjaga toleransi yang tinggi,” ujar Taslim disela menghadiri perayaan natal tingkat provinsi Jawa Tengah di Gradika Bhakti Praja Semarang, akhir pekan lalu.

Menurutnya, panggung publik termasuk panggung media massa maupun jagad siber yang saat ini didominasi isu-isu politik , karena itu dibutuhkan kemampuan dalam mencerna dan memilah informasi yang bermanfaat di tengah membanjirnya informasi yang memenuhi ruang publik media.

Meningkatkan intensitas komunikasi, lanjutnya, merupakan salah satu langkah FKUB Jateng untuk memelihara suasana toleran yang sudah tercipta di Jateng selama ini. Dengan sering berkomunikasi secara terbuka antar tokoh agama dan politisi menjadikan berbagai isu yang berpotensi memicu kesenjangan segera dapat ditanggulangi.

Dia menuturkan pesan moral dan kasih yang disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan pesan natal uskup agung Semarang
Mgr Robertus Rubyatmoko
dalam perayaan Natal bersama itu membangkitkan gairah dan semangat masyarakat dalam mewujudkan suasana toleran menjelang pesta demokrasi yan akan digelar April mendatang.

Pesan untuk tidak berhenti dalam mewujudkan suasana toleran, tutur Taslim, sangat membekas dan merasuk di sanubari para pemeluk agama di Jateng, karena memang sudah sejak dulu warga Jateng terbiasa hidup bersama meski agamanya berbeda.

Karena hanya dalam suasana tenteramlah upaya -upaya untuk mewujudkan kemakmuran, keadilan. pemerataan dan kenyamanan dalam menjalankan ajaran agama bisa diwujudkan. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 55 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *