Home > EKONOMI & BISNIS > Dana Nasabah BPR –BKK Pringsurat Temanggung Dijamin Bakal Cair

Dana Nasabah BPR –BKK Pringsurat Temanggung Dijamin Bakal Cair

TEMANGGUNG[Kampusnesia] –  Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjamin dana nasabah Bank Pekreditan Rakyat (BPR)  – Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Temanggung bakal dikembalikan, setelah sebelumnya manajemen BPR tersebut mengalami kesulitan finansial.

Ganjar mengatakan dana nasabah tidak akan hilang dan tidak perlu khawatir karena tetap akan dikembali yang dijadwalkan pencairannnya mulai Senin (4/1) pekan depan.

“Nasabah  diminta tenang, saya jamin 100% dana nasabah tidak akan hilang, semua akan dikembalikan utuh, mulai Senin pecan depan dana nasabah sudah bisa dicairkan secara bertahap. Tapi saya minta sabar dan menunggu giliran sesuai dengan tahapan yang ada,” ujarnya di hadapan para nasabah BPR – BKK Pringsurat Temanggung di kantor Bupati Temanggung, Kamis (31/1).

Sebelumnya, manajemen BPR- BKK Pringsurat Temanggung mengalami kesulitan finansial akibat diduga ada penyelewengan dalam pengelolaan dana tabungan masyarakat, sehingga membuat Bank milik pemprov dan pemda setempat mengalami kerugian.

Akibat permasalahan itu kini membuat bank bersangkutan tidak bisa membayar uang simpanan nasabah. Bahkan kasus itu juga menjadi permasalahan hokum, karena Kejaksaan Negeri (Kejari) Temanggung telah menahan dua Direktur BPR- BKK Pringsurat Suharno dan Riyanto atas dugaan kasus korupsi.

Kondisi itu juga mengakibatkan negara mengalami kerugian sebesar Rp103 miliar. Bahkan para nasabah semakin resah, mengingat dana simpanan mereka tidak dapat dicairkan hingga berlarut-larut.

“Setelah saya cek, ternyata manajemen semuanya semerawut, ini praktik buruk perbankkan dan sudah awur-awuran. Maka saya minta kepada Kejari Temanggung untuk terus mengusut tuntas kasus hukumnya dan menyikat habis pihak-pihak yang terlibat. Ini bikin malu, bikin marah betul masyarakat,” tutur Ganjar.

Namun demikian, dia menambah menambahkan sebagai pemegang saham, Pemprov Jateng dan Pemkab Temanggung tidak bisa tinggal diam dan tetap berupaya dengan berbagai cara yang akhirnya telah ditemukan solusi untuk mengatasi masalah itu.

“Sudah kami temukan solusi, nasabah tidak perlu khawatir. Namun saya minta semua sabar, ikuti jadwal yang sudah disiapkan. Intinya manut saya saja, tenang saja semua saya jamin aman dana simapanan akan dikembalikan,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengembalikan seluruh dan nasabah itu pihaknya meminta waktu sekitar setahun, sehingga  pengembalian akan dijadwalkan dengan skala prioritas, mana-mana yang mendesak dikembalikan akan dipercepat dan mana yang bisa diselesaikan dengan mekanisme lain.

“Ada skema yang sudah disiapkan, kami sudah meminta bantuan Bank Jateng untuk membantu pengembalian dana nasabah ini, sekitar Rp113 miliar. Insya Allah semuanya selesai tahun ini, namun ada beberapa nasabah yang spesifik yang harus diselesaikan dengan mekanisme lain,” tuturnya.

Selain menyelesaikan persoalan BPR BKK Pringsurat, tutur Ganjar, juga mengatakan kasus tersebut menjadi pembelajaran untuk menata BPR – BKK di seluruh Jateng. Ke depan akan dilakukan evaluasi dan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penataan.

“Kejadian ini juga harus menjadi pembelajaran kita semua. Kalau ada pihak-pihak yang menawari tabungan, deposito, investasi dengan bunga menggiurkan, jangan mudah percaya. Jangan-jangan ini penipuan. Ayo mulai sekarang kita semua hati-hati,” uujarnya.

Salah satu nasabah BPR BKK Pringsurat, Sri Hartatik (37) menuturkan senang dengan kepastian dan jaminan pengembalian dana nasabah, karena selama dua tahun terakhir bersama nasabah lain semakin resah dan khawatir uang yang disimpan di BPR BKK Pringsurat tidak akan kembali.

“Alhamdulillah, sudah tenang rasanya sekarang. Sudah lama sekali menanti kepastian ini, selama ini hanya resah dan takut uangnya hilang. Sekarang sudah ada jaminan dari pak Gubernur, kami nasabah sudah tenang dan tidak was-was lagi,” tuturnya.

Usai memberikan keterangan kepada para nasabah, Ganjar langsung menuju ke kantor BPR BKK Pringsurat dan menggelar rapat tertutup dengan jajaran direktur dan karyawan. Bahkan

Di luar kantor BBR-BKK itu puluhan nasabah menunggunya serta sejumlah poster berisi cacian dan makian dari para nasabah tertempel di kantor BPR- BKK tersebut. (RS)

 

* Artikel ini telah dibaca 57 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *