Home > HEADLINE > Jateng Siapkan Berbagai Event Wisata Internasional Untuk Tingkatkan Kunjungan Wiswan

Jateng Siapkan Berbagai Event Wisata Internasional Untuk Tingkatkan Kunjungan Wiswan

SEMARANG[Kampusnesia] – Jateng bakal menggelar berbagai event wisata skala internasional, sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara di berbagai daerah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) berbagai event wisata mulai disiapkan, terutama berskala internasional, mengingat event merupakan cara paling ampuh untuk menarik wisatawan berkunjung ke Jateng, khususnya Wisatawan Mancanegara (Wisman).

“Perbanyak event, promosi juga harus terus ditingkatkan. Promosi ini harus menyeluruh, tidak hanya mengajak Wisman ke obyek wisata terkenal saja seperti Prambanan dan Borobudur, mereka bisa diajak piknik ke banyak tempat wisata Jateng yang lainnya. Kan kita punya banyak destinasi wisata yang menarik,” ujar saat menerima Kepala Disporapar Jateng, Sinung Nugroho, Senin (4/2).

Kegiatan itu, lanjutnya, diharapkan mampu berjalan sukses, mengingat Pelabuhan dan Bandaranya ada di Semarang, sehingga daerah di sekitar Semarang juga harus ditawarkan. Apalagi, dengan lancarnya transportasi saat ini, bisa juga wisatawan asing diajak berkeliling Jateng.

“Dengan adanya tol sekarang Semarang-Solo kan hanya satu jam, maka bisa saja Wisman itu digeret ke Solo, Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, Pekalongan atau kota lainnya. Kalau ini dilakukan, maka pariwisata Jateng yang lain juga akan terdongkrak,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disporapar Jateng Sinung Nugroho menutur event pariwisata memang terbukti menjadi magnet bagi para wisatawan, misalnya pada 2017 lalu, kunjungan wisatawan di Taman Balekambang Solo lebih banyak dibanding kunjungan ke Candi Prambanan.

“Pada  2017, kunjungan wisatawan di Taman Balekambang Solo mencapai sebanyak 2,5 juta wisatawan, sedangkan wisatawan yang ke Prambanan hanya 910.000 wisatawan. Bahkan jumlah pengunjung Taman Balekambang hampir menyaingi Borobudur yang hanya 2,9 juta wisatawan,” ujar Sinung.

Taman Balekambang, dia menambahkan hanya destinasi wisata biasa saja. Namun karena banyak event yang sering digelar, sehingga mampu menyedot lebih banyak wisatawan dibanding Prambanan.

“Event yang rutin digelar di Taman Balekambang adalah Sendratari Ramayana. Selain event itu, setiap hari libur juga pasti digelar event di taman itu, sehingga menarik banyak kunjungan wisata,” tuturnya.

Pengalaman dari itu, pihaknya akan melakukan kebijakan-kebijakan baru dalam peningkatan kunjungan wisatawan ke Jateng, terutama  pengembangan pariwisata berbasis masyarakat akan terus ditingkatkan.

“Siapapun yang memiliki ide atau event yang potensial pasti akan kami dukung. Selain itu, kami juga akan memaksimalkan industri kreatif dan promosi wisata dengan sosial media dan mengajak anak muda pelaku dan juga sebagai penikmat wisata,” ujarnya.

Pada 2019, lanjutnya, Jateng menargetkan kunjungan wisata mencapai sebanyak 1,2 juta wisatawan mancanegara (Wisman) datang ke Jateng. Sementara untuk wisatawan domestik ditargetkan sebanyak 40 juta lebih.

“Kami optimis target itu akan tercapai. Kami sudah siapkan sejumlah event, baik dari Kabupaten/Kota, Pemprov Jateng dan event nasional,” tutur Sinung. (RS)

 

* Artikel ini telah dibaca 18 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *