Home > EKONOMI & BISNIS > Potensi Ekonomi Syariah Indonesia Belum Maksimal Mendorong Program Keumatan

Potensi Ekonomi Syariah Indonesia Belum Maksimal Mendorong Program Keumatan

JAKARTA[Kampusnesia] – Besarnya potensi ekonomi syariah di Indonesia masih belum dapat mendorong pogram-program keumatan secara maksimal, karena itu perlu dicari problematiknya sekaligus solusinya.

Presiden Jokowi mengatakan belum maksimalnya pemanfaatan ekonomi syariah menjadikan pertumbuhannya tidak sepesat di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab (UEA) dan lainnya.

“Indonesia sebagai sebuah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, ekonomi syariah kita baru berkembang 5%. Malaysia 23%, Saudi 51%, UEA 19%. Kita baru 5%. Padahal Indonesia adalah pasar yang besar bagi ekonomi syariah,” ujar Jokowi saat bersilaturahmi dengan ratusan ulama se-Jadetabek di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (7 /2)

Menurutnya, pencanangan program-program ekonomi keumatan belakangan ini karena besarnya potensi ekonomi syariah di Indonesia belum beriringan dengan perkembangan ekonomi syariah, bahkan masih kalah jika dibandingkan dengan negara lainnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dibentuk,  Presiden langsung menjadi ketuanya. Di negara lain, institusi yang sejenis biasanya dipimpin oleh menteri.

Dia menuturkan tantangan mengembangkan ekonomi syariah memang besar sekali dan perlu diurai, sehingga bisa diketahui tantangannya di mana, hambatannya di mana dan problemnya ada di mana.

“Ke depan setelah ekonomi syariah berkembang dengan baik,  posisi ketua KNKS akan diserahkan kepada menteri terkait,” tuturnya.

Beberapa hal, dia menambahkan yang telah dilakukan pemerintah berkaitan dengan ekonomi keumatan,  salah satunya bank wakaf mikro yang  telah didirikan di pondok-pondok pesantren yang memiliki komunitas bisnis dan berpotensi dapat mengembangkan ekonomi umat dengan sasaran ekonomi super mikro dan mikro.

“Saya juga cek langsung ke beberapa pondok yang sudah berjalan ini. Alhamdulillah sangat baik, yang dulunya di lingkungan itu ada jualan bakso di gerobak, setelah dapat pinjaman dari Bank Wakaf Mikro bisa jualan di warung, memiliki warung,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi jmenyebutkan bahwa tahun ini akan dibangun sekitar 1.000 balai latihan kerja khusus di pondok-pondok pesantren. Pondok pesantren bisa memiliki balai latihan kerja yang sesuai dengan minatnya masing-masing.

Misalnya, tutur Jokowi, sebuah pondok ingin skill yang mau diupgrade garmen, ya berarti di situ diberikan peralatan yang berkaitan dengan garmen. Jika 1.000 balai latihan kerja ini sudah berjalan dengan benar setelah dievaluasi, maka ke depannya akan diberikan ke pondok pesantren yang ada di seluruh Tanah Air yang berjumlah 28.000. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 13 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *