Home > HEADLINE > Media Harus Bentengi Masyarakat Dari Ancaman Hoaks

Media Harus Bentengi Masyarakat Dari Ancaman Hoaks

SEMARANG(Kampusnesia)- Media massa harus mampu membentengi masyarakat dari pengaruh hoak yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan keragaman di Jateng yang selama ini terkelola dengan baik harus dipertahankan, terlebih menjelang pelaksanaan Pemilu 2019. Jangan sampai perbedaan pilihan yang muncul menjadi pemicu terjadinya perpecahan.

“Pilihan boleh berbeda, tetapi diharapkan warga tetap adem. Demikian pula, media massa kami harapkan memberitakan hal-hal yang positif, tonjolkan program yang membangun, bukan berita hoaks,” ujarnya saat menyampaikan pidato kunci dalan talkshow bertajuk “Media, Keragaman, dan Tahun Politik 2019” yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng di Gedung Pers Jateng, Senin (11/2).

Menurutnya tanggung jawab menjaga keragaman dan kerukunan yang sudah terajut dengan baik berada di tangan seluruh masyatakat. Jateng yang hingga kini suasananya adem dan kondusif jangan sampai terkoyak oleh berita-berita hoaks atau informasi bohong yang marak menjelang berlangsungnya pesta demokrasi mendatang

Dalam suasana adem ayem, lanjutnya, Pemilu baik Pileg maupun Pilpres yang bakal digelar pada 17 April mendatang dapat berjalan lancar, aman dan damai dalam bingkai persatuan bangsa.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menuturkan dalam tahun politik seperti sekarang ini bermunculan berita hoaks dan nyinyir yang semakin semarak di media sosial (Medsos), sehingga harus disikapi secara hati-hati.

“Budaya tabayun dan mencari kejelasan atas berbagai informasi harus dilakukan, informasi yang dishare nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, maka dari itu jangan sembarang share informasi yang belum jelas,” tuturnya.

Talk show ini juga menampilkann Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng Dewi Susilo Budihardjo dan Ketua Dewan Pengelola pelaksana (DPP) Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Prof Dr KH Noor Achmad MA dan Ketua PWI Jateng Amir Machmud.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud mengatakan sebaiknya
elit politik untuk tidak mengkhianati cita-cita Pemilu damai dan kampanye damai dengan provokasi-provokasi yang tidak ada gunanya.

Dia mengharapkan kepada elit politik untuk ikut menciptakan iklim kondusif menjelang pesta demokrasi mendatang dan damai dalam kampanye tidak dengan provokasi-provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Tinggalkan fitnah, dia menambahkan agar rakyat tidak muak dan apatis terhadap politik.

“Kepada teman-teman wartawan, mari kita menjadi penyebar informasi yang berpijak pada pilar-pilar kebangsaan sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 25 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *