Home > HEADLINE > BI Temukan Peredaran Upal Di Jateng Sebanyak 8.512 Lembar

BI Temukan Peredaran Upal Di Jateng Sebanyak 8.512 Lembar

SEMARANG[Kampusnesia]  – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Tengah menemukan 8.512 lembar uang palsu (Upal) yang beredar dan mengalami penurunan  jika dbandng 2017 hanya sebanyak 9.242 lembar.

Kepala Grup Sistem Pembayaran PUR Layanan dan Administrasi BI Jateng Noor Yudanto mengatakan penurunan penemuan upal itu, karena masyarakat Jateng kini lebih jeli dalam menerima dan bertransaksi menggunakan uang kartal n mulai banyak yang telah mengatahui.

“Peredaran upal di Jateng turun 8% dibandingkan 2017, karena masyarakat sudah mengathui ciri-ciri upal. Kami juga mengharapkan masyarakat semakin teliti dalam bertransaksi dan menerima uang kartal,” ujarnya, Jumat (15/2).

Menurutnya, BI terus mengedukasi masyarakat untuk membedakan upal maupun uang asli, agar mereka dapat memahami ciri-ciri uang asli maupun upal dengan prinsip 3D (dilihat, diraba, diterawang), sehingga dapat meminimalisir peredaran upal.

Selain itu, lanjunya, BI telah bekerja sama dengan pihak Kepolisian untuk memberantas peredaran upal, khususnya di Jawa Tengah,mengingat peredaran upal sangat meresahkan masyarakat.

“BI sudah sejak lama bekerja sama dengan pihak Kepolisian mengenai pemberantasan upal di Jateng dan diharapkan peredaran upal dapat terus ditekan,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol. Hendra Suhartiyono menuturkan jika Kepolisian terus melakukan koordinasi dengan BI memerangi peredaran upal dan Polda Jateng melibatkan BI sebagai staf ahli untuk mengidentifikasi ciri-ciri upal yang beredar.

“Dari Kepolisian terus melakukan koordinasi dengan BI. Kami melibatkan BI sebagai staf ahli untuk indentifikasi upal yang beredar di Jateng,” ujarnya.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Temanggung juga teah ditemukan upal sebanyak  500 lembar senilai Rp50 juta dan kini telah diamankan Polres Temanggung.

Upal itu dinilai sangat jauh dari keasliannya, karena dilihat dari ciri-ciri keaslian uang rupiah, sama ?sekali tidak tampak. Baik dari segi teknik cetaknya dan juga dari warnannya sama sekali tidak mirip.

Bahkan dari segi warna, uang yang asli tampak lebih cerah. Apabila diterawang ada tanda air, ada benang pengaman, serta rocto verso.

Rocto verso  yang ada di uang asli, apabila dilihat dari dua arah berbeda dan menjadi satu kesatuan yang akan membentuk logo Bank Indonesia. Selain itu, untuk teknik cetak uang yang asli menggunakan teknik cetak intaglio. Yakni bila diraba pada bagian nominal uang akan terasa kasar.

Satu kejanggalan dari uang palsu yang disita Polres Temanggung nomor serinya banyak yang ganda. Sementara untuk uang asli, tidak ada nomor seri yang sama. (rs)

 

* Artikel ini telah dibaca 38 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *