Home > HEADLINE > Desa Yang Jadi Percontohan Di Jateng Bakal Mendapat Bantuan Rp5 Miliar

Desa Yang Jadi Percontohan Di Jateng Bakal Mendapat Bantuan Rp5 Miliar

DEMAK[Kampusnesia] – Pemprov Jateng akan memberikan bantuan sebesar Rp5 milar kepada desa yang berhasil menjadi percontohan desa lainnya di Jateng, baik dari pemanfaatan teksnologi, potensi masyarakat, keamanan, pembangunan, kesehatan, pengoahan sampah, wisata hingga budaya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan piaknya bakal memberikan bantuan insentif Rp 5 miliar kepada desa yang bisa menjadi percontohan untuk desa lain di Jateng di bidang pembangunan berbagai sektor.

Desa percontohan, lanjutnya, dapat dilihat baik dari pemanfaatan teknologi informasi, potensi masyarakat, keamanan, pembangunan, kesehatan, pengelolaan sampah, wisata, hingga budayanya.

“Silahkan bangun desa percontohan. Sak desa tak sumbang Rp5 milyar. Misinya, kita akan membuat project desa percontohan. Kalau berhasil, kita kloning, jadi percontohan desa-desa lain di Jateng,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan Kepala dan Perangkat Desa se-Kabupaten Demak di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (27/2).

Menurutnya, untuk memanfaatkan teknologi maupun mendesain lanskap pembangunan, membuat monografi, profil desa, pemerintah desa bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi. Bahkan pihaknya akan mencarikan perguruan tinggi yang bisa diajak kerja s ama. Misalnya kerja sama dengan program mahasiswa KKN untuk mengangkat seluruh potensi masyarakat agar pembangunan desa bisa lebih menarik.

“Pada 2019 ini, kami akan fokus menggenjot SDM. Sementara, RTLH di Jateng masih ada 1,6 jutaan. Kalau gubernur disuruh ndandani omah, paling siji loro. Makanya, melalui CSR perusahaan dan Baznas, kita bisa selesaikan itu,” tuturnya.

Dia meminta di bidang keamanan agar ronda dihidupkan lagi. Pada musim penghujan ini, juga warga harus hati-hati dan waspada DBD, disiapkan satu rumah satu jumantik serta mengurangi sampah. Terutama sampah plastik.

Pembangunan gedung di desa juga diharapkan ramah terhadap penyandang disabilitas. Bahkan, sekolah pun harus menjadi sekolah inklusi dan membangun bersama secara guyub dan rukun antar masyarakat.

Dalam sesi dialog, Kepala Desa Jatimulyo, Kecamatan Bonang Ahmad Zamroni menanyakan untuk pemberdayaan wisata apakah diperbolehkan menggunakan dana desa sebesar Rp500 juta.? Pasalnya, kepala desa yang pernah menjadi TKI dan terinspirasi Desa Ponggok, Kabupaten Klaten itu akan membuat Taman Sakura di desanya.

“Bisa, asal disetujui seluruh warga dan dibuat perencanaan yang baik terlebih dahulu,” tutur Ganjar.

Dia menuturkan untuk mengatasi abrasi di pesisir Demak, tahun ini, pembangunan tol laut sebagai jawaban atas masalah transportasi dan abrasi, akan dilakukan pemasangan tiang pancang.

“Jadilah kepala desa dan perangkat desa yang ikhlas, dicintai rakyatnya, maju, bayarane tambah, utange kebayar,” ujar Ganjar. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 13 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *