Home > HEADLINE > Goweser Trans Jawa Mulai Jelajahi Wilayah Jateng

Goweser Trans Jawa Mulai Jelajahi Wilayah Jateng

KENDAL[Kampusnesia] – Setelah mengelilingi  Jawa Timur, rombongan sepeda Jelajah Tour Trans Jawa mulai measuki Jawa Tengah,  Rabu (6/3) dan akan melanjutkan ke Jawa Barat.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut kedatangan Jelajah Tour Trans di Semarang dan ikut mengantar hingga Kendal. Rombongan ini bertolak dari Surabaya pada l-4 Maret. Selama lima hari mereka menempuh jarak 900 km dan dijadwalkan finish di Istana Negara Jakarta pada 8 Maret.

“Hari ini rombongan yang melakukan jelajah Tour Trans Jawa sudah masuk Jawa Tengah dari Jawa Timur. Ternyata mereka melihat pembangunan infrastruktur secara langsung dan yang menarik para goweser ini masuk ke desa-desa,” ujar Ganjar.

Dari Semarang mereka akan mengayuh jarak sekitar 258 km sampai Cirebon dan singgah sebentar di kabupaten Kendal. Selain melalui ruas utama, para goweser juga menyusup ke desa-desa melihat pembangunan dari pemanfaatan dana desa, salah satunya BUMDes Langgeng Sari Jaya, Desa Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal.

Sebelumnya mereka juga telah singgah di Desa Lerep dan Kalisidi Kabupaten Semarang, untuk melihat langsung pembangunan infrastruktur dari dana desa.

Hari ini, lanjutnya, dalam perjalanannya menuju Cirebon, tim singgah di desa Karangayu menengok BUMDes Langgeng Sari Jaya Desa Karangayu Kecamatan Cepiring Kabupaten Kendal.

“Kita melihat hasil pembangunannya, memang dana desa lebih banyak untuk infrastruktur. Ini BUMDes sudah berjalan dan menarik. BUMDes Langgeng Sari Jaya memiliki tiga unit usaha dan yang menarik ada unit usaha sekolah sepakbola (SSB) SSB Cakra Muda,” tuturnya.

Selain SSB, BUMDes tersebut, dia menambahkan juga mengelola sampah keluarga dan mengelola pasar. Terdapat banyak keunikan BUMDes tersebut yang menarik perhatian  para gowse, karena  mereka berasal dari luar Jawa.

“Bahkan ada unit usaha pengelolaan sampah keluarga ini yang kita dorong sampah tidak dibuang tapi dikelola. Selain unit usaha pengelolaan pasar dan sudah membangun tiga skema sewa, jangka pendek, menengah dan panjang dengan tarif yang berbeda. Mudah-mudahan kreativitas ini jadi contoh inovasi pengelolaan dana desa di Jawa Tengah,” ujarnya.

Melihat dan menikmati langsung infrastruktur memang jadi tujuan utama Jelajah Tour Trans Jawa ini. Tidak jarang, mereka dibuat terkesima dengan progres pembangunan infrastruktur, terutama saat melewati pedesaan.

Fahriansjah satu peserta goweser dari Makassar menuturkan pesona infrastruktur dan pedesaan memang membuat wajah seluruh wilayah di Indonesia semakin cantik.

“Beberapa waktu lalu ketika menjelajahi Jawa Timur, betapa bagusnya infrastruktur yang telah dikerjakan. Selain itu, pembangunan di desa-desa juga semakin gencar,” tuturnya.

Ketika menjelajahi Jawa Timur, salah satu desa di  yang disinggahi adalah Desa Jiwan Kabupaten Madiun. Di kawasan ini rombongan melihat irigasi beton yang digunakan untuk mengairi sawah.

“Para peserta bisa melihat langsung perkembangan pembangunan infrastruktur ini. Jadi selain bersepeda kita juga berbagi pengelolaan infrastruktur desa satu ke desa lainnya,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 6 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *