Home > EKONOMI & BISNIS > Keyakinan Konsumen Terhadap Perekonomian Jateng Meningkat

Keyakinan Konsumen Terhadap Perekonomian Jateng Meningkat

SEMARANG[Kampusnesia] – Keyakinan konsumen terhadap perekonomian Jateng selama Februari 2019 masih berada pada level optimis dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) Jateng menyebutkan hasil survei konsumen kepada 700 responden rumah tangga di wilayah Jateng pada Februari 2019 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap perekonomian di provinsi ini masih berada pada level optimis.

Dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2019 tercatat sebesar 138.29, lebih tinggi 1,79 poin dibandingkan IKK Januari 2019 yang hanya sebesar 136,50.

Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengatakan optimisme konsumen itu tercermin dari keyakinan konsumen terhadap membaiknya kondisi ekonomi saat ini.

Menurutnya, dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) Februari 2019 berada pada level optimis sebesar 124,99. Sedangkan terhadap kondisi ekonomi saat ini terutama berasal dan terjaganya tingkat penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan pengeluaran konsumsi juga menjadi faktor pendukung optimisme konsumen di Jateng.

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), dia menambahkan untuk rnam bulan ke depan juga berada pada level optimis yang tercatat sebesar 151.58. “Enam bulan ke depan tetap masih optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi  yang didorong oleh keyakinan akan adanya kenaikan penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan terjaganya kegiatan usaha,” ujarnya, Rabu (13/3).

Ekspektasi konsumen, lanjutnya, terhadap kenaikan harga tiga bulan mendatang hingga Mei 2019 bakal mengalami penguatan, terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) tiga buIan mendatang meningkat dari 173,97 menjadi 179.45.

Kenaikkan itu juga didorong oleh pengaruh hari raya keagamaan, dampak kenaikan harga BBM dan ketersediaan barang/Jasa yang berkurang.

Selain itu, tutur Ponco, ekspektasi konsumen terhadap kenaikan harga enam bulan mendatang pada Agustus 2019 mengalami pelemahan, terindikasi dari IEH enam bulan mendatang yang turun dari 182.95 menjadi 169,55.

“Bahkan ekspektasi konsumen terhadap kenaikan harga juga didorong oleh pengaruh hari raya keagamaan, dampak kenaikan harga BBM, dan kenaikan TTL,” tuturnya.

Menurut Ponco, jika dilihat dari akses ke perbankan, ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan jumlah tabungan pada enam bulan mendatang (Agustus 2019) mengalami penguatan, yang tercermin dari indeks ekspektasi kenaikan jumlah tabungan sebesar 134,58, lebih tinggi 2.38 poin dari Indeks sebelumnya sebesar 132,21. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *