Home > HEADLINE > Pengemudi BRT Trans Semarang Ikuti Milenial Safety Road Festival

Pengemudi BRT Trans Semarang Ikuti Milenial Safety Road Festival

SEMARANG[Kampusnesia] – Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLU UPTD) Trans Semarang menggelar kegiatan Milenial Safety Road Festival, sebagai upaya untuk memberikan pelatihan kepada para pengemudi.

Kegiatan berisi pelatihan terhadap pengemudi dengan materi safety driving, dan pelatihan pengembangan mental dan paparan aspek-aspek psikologi pengemudi BRT Trans Semarang, digelar di Ruang Yudistira Komplek UTC Sampangan selama dua hari mulai Selasa-Kamis (12/3-14/3).

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan ada enam standar operasional prosedur yang harus dimiliki BRT Trans Semarang, meliputi pengemudi harus memiliki kemampuan memperbaiki kerusakan kecil, mengatasi situasi di jalan raya seperti banjir.

Selain itu, lanjutnya, juga harus standar ketanggapdaruratan seperti kejahatan, kecelakaan, kesehatan serta BRT harus memiliki standar tarif sehingga bisa dinikmati semua kalangan masyarakat karena tarifnya terjangkau.

“Tidak hanya itu, BRT harus memiliki standar pelayanan bagaimana membuat  masyarakat hectic, ketagihan, agar pelanggan bertambah, danm memiliki standar keselamatan, serta memperlakukan driver sebagai ujung tombak pelayanan BRT,“ ujarnya saat membuka acara tersebu, Rabu (13/3).

Menurutnya, jika salah satu penyebab terjadinya kecelakaan yang melibatkan BRT adalah faktor driver yang terburu-buru pada umumnya kejadian kecelakaannya melibatkan kendaraan bermotor.

Kegiatan Milenial Safety Road Driving, dia menambahkan pada komunitas pengemudi BRT Trans Semarang diperlukan, mengingat mereka menjadi andalan ujung tombak pelayanan transportasi.

“Masyarakat mengharapkan akan transportasi yang aman, murah, cepat, sehingga jika masyarakat mau beralih ke Transportasi publik angka kecelakaan dan kemacetan akan berkurang,” tuturnya.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan menuturkan segera menerapkan sistem rolling jadwal untuk driver.

“Jadi driver yang bertugas untuk pelayanan pertama, besok bisa berangkat di pelayanan akhir, sehingga semua driver bisa merasakan waktu pulang baik awal maupun akhir,” ujarnya.

Selama 2017 terdapat 37 data kecelakaan, dan meningkat pada 2018 menjadi 162 data dan hingga Maret 2019 terdapat 12 data kecelakaan.

Menurutnya, sebanyak 211 driver BRT Trans Semarang dari koridor 1 hingga VII serta Bandara Malam, mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan sepanjang 2018 BRT Trans Semarang telah menerima 756 keluhan dan di antaranya 175 keluhan terkait pelayanan driver.

Keluhan dan aduan yang diterima BRT Trans Semarang melalui call center 1500094. Bahkan kini masyarakat juga dapat melaporkan melalui akun media sosial BRR Trans Semarang seperti Instagram, Facebook, Twitter, juga melalui Lapor Hendi.

Selama Januari – Februari 2019, BRT Trans Semarang telah melayani total 1.746.596 penumpang dengan rincian Januari tercatat 906.785 penumpang dan Februari tercatat 839.811 penumpang. (rs)

 

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *