Home > HEADLINE > Semarang Akan Menerapkan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik

Semarang Akan Menerapkan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik

SEMARANG[Kampusnesia] –  Pemkot Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong/tas plastik dalam kegiatan sehari-hari.

Kepala DLH Kota Semarang Muthohar meminta masyarakat di Kota Semarang tuk mulai mengurangi penggunaan tas/ kantong plastik dalam kegiatan hariannya dan sebagai gantinya, mereka dianjurkan menggunakan kantong organik untuk membawa barang berbelanja.

DLH Kota Semarang, lanjutnya, segera menggelar sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik di seluruh supermarket, pusat perbelanjaan, perhotelan dan restauran di wilayah Kota Semarang.

Menurutnya, rencana pengurangan penggunaan tas plastik ini akan diperkuat dengan dikeluarkannya Peraturan Wali Kota (Perwal), yang segera diterbitkan dalam waktu dekat, setelah Perwal dalam tahap penggodokan di Bagian Hukum Setda Kota Semarang rampung.

“Masyarakat tidak perlu resah karena kegiatan itu akan diterapkan setelah terbit Perwal dan akan disusulkan penggantinya dengan penggunaan kantong organik,” ujarnya, Kamis (14/3).

Bentuk kantong itu, dia menambahkan kurang lebih hampir sama dengan kantong plastik dengan bahan yang berbeda sehingga diperkirakan dapat terurai dalam waktu sekitar tiga bulan mendatang.

“Setelah diberlakukan Perwal juga akan ada evaluasi pelaksanaan kegiatan di kalangan masyarakat,” tuturnya.

Menurut produsen Enviplast  Agit Punto Yuwono, beberapa daerah di Indonesia telah menerapkan kebijakan untuk mengurangi maupun melarang penggunaan kantong plastik dan menggantinya dengan Enviplast atau kantong organik.

Enviplast, lanjutnya, merupakan kantong ramah lingkungan karena dibuat dari tepung tapioka. Berbahan singkong yang diolah dengan minyak kelapa sawit.

“Kantong organik ini setelah terurai akan menjadi kompos, sehingga lebih ramah lingkungan, kemudian seluruh supermarket, pusat perbelanjaan, perhotelan, dan restauran yang ada di Kota Semarang diminta untuk tidak menyediakan kantong plastik,” ujarnya.

Kota Semarang, tutur Agit, dalam penerapan peraturan pengurangan penggunaan kantong plastik termasuk tertinggal dibandingkan beberapa daerah lainya di Indonesia di antaranya Bali, Bogor dan Solo telah mulai menerapkan kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik.

Sementara di Yogyakarta, Bandung, Balikpapan dan Banjarmasin, kebijakannya baru berupa pengurangan penggunaan kantong plastik.

“Pelarangan maupun pengurangan penggunaannya hanya untuk kantong plastik. Bukan seluruh produk berbahan plastik. DLH dan instansi terkait akan diminta melakukan pengawasan dalam pelaksanaan kegiatannya di masyarakat, setelah diterapkannya Perwal tersebut,” tuturnya.(rs)

* Artikel ini telah dibaca 29 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *