Home > HEADLINE > Pemerintah Akan Genjot Pengembangan Kualitas SDM

Pemerintah Akan Genjot Pengembangan Kualitas SDM

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemerintah membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten agar dapat bersaing dengan negara-negara lain dan tahun ini peningkatan kualitas SDM akan terus digenjot.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan kondisi angkatan kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD-SMP, sehingga menjadi tantangan yang harus dijawab bersama oleh stake holder ketenagakerjaan termasuk Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) dan para pelaku usaha industri.

Menurutnya, semua pihak diharapkan dapat mendukung investasi SDM yang berasal dari dalam maupun luar negeri, termasuk dunia industri, mengingat peningkatan kualitas SDM diyakini dapat menarik lebih banyak investasi dan memperkuat daya saing produk lokal.

“Kita harus dapat memastikan ketersediaan tenaga kerja berkualitas dengan memaksimalkan informasi pasar tenaga kerja, standar kompetensi kerja, akreditasi serta sertifikasi,” ujarnya saat mengunjungi pabrik jamu PT Sido Muncul, di Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (20/3).

Upaya peningkatan kualitas tenaga kerja, lanjutnya, harus diikuti dengan kebutuhan pasar kerja yang dipengaruhi pertumbuhan ekonomi dan sektor prioritas yang diputuskan oleh pemerintah

“Kita bakal gerakkan semua institusi akademik yang ada seperti universitas, lembaga pendidikan kejuruan seperti SMK, Politeknik, dan lembaga pelatihan kejuruan seperti BLK, dan LPK pemerintah/swasta/industri lainnya untuk meningkatkan kualitas SDM,” tuturnya.

Dia menuturkan situasi pasar tenaga kerja Indonesia kini berkembang dengan cara yang positif berkat pembangunan ekonomi. Tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat menjadi 69,20% pada Februari 2018.

Bahkan, tutur Hanif Dhakiri, pada saat yang sama, tingkat pengangguran sekarang mencapai titik terendah dalam sejarah bangsa ini, yaitu 5,13%, dan semoga akan terus turun di masa mendatang.

Selain itu, dia menambahkan jumlah pekerja dengan keterampilan menengah dan tinggi juga jumlahnya juga terus meningkat sekitar 3% setiap tahun selama 4 tahun terakhir.

Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo, setelah memusatkan percepatan pembangunan infrastruktur di 2015-2017, sekarang Indonesia akan memfokuskan pada pengembangan sumber daya manusia di Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan (Vocational Education and Training).

“Hal ini menstimulasi tidak hanya kementerian dan lembaga terkait untuk berpikir lebih visioner dari sebelumnya, tetapi juga mendorong sektor swasta untuk lebih terlibat aktif dalam mempersiapkan supply tenaga kerja kita secara massif,” ujarnya.

Kemenaker juga akan terus menggenjot percepatan peningkatan skill SDM melalui pemagangan yang melibatkan dunia industri. Tahun ini, program pemagangan telah berhasil melibatkan 170.000 peserta dan ditargetkan tahun ini akan meningkat hingga 400.000 peserta.

“Ini sebagai salah satu cara cepat untuk meningkatkan SDM kita yang kompeten dan berkualitas tinggi sehingga mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain,” tutur Hanif Dhakiri.

Dia mengapresiasi kinerja Sido Muncul yang banyak mendukung progam pemerintah di antaranya dalam upaya penyerapan tenga kerja, menciptakan lapanga kerja melalui inovasi berbagai produk serta menekan tingkat pengangguran.

“Bahkan berbagai gelombang yang menghadang ditengah ketat persaingan dan termasuk krisis perekonomian global, Sido Muncul tetap mampu bertahan hingga justru semakin tumbuhan berkembang,” ujarya.

Sementara itu, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan semua pekerja merupakan aset perusahaan dan upaya peningkatan kualitas menjadi prioritas utama melalui pelatihan, training dan lainnya.

“Semua karyawan Sido Muncul selama ini kompak, solid dan saling mendukung kinerja satu sama lainnya, tanpa memandang perbedaan. Inilah kunci kesuksesan Sido Muncul hingga saat ini,” tutur Irwan.

Menurutnya, perusahaan mengikuti ketentuan pemerintah, termasuk semua hak karyawan dipenuhi baik hak pemenuhan kesehatan, termasuk pesertaan BPJS, hak cuti dan tunjangan lainnya.

Sido Muncul, lanjutnya, kini didukung sebanyak 2.800.000 karyawan dan tercatat 55% pekerja perempuan, sisanya pekerja pria. Bahkan perusahaan juga telah memiliki koperasi karyawan yang memiliki sebanyak 2.000 anggota dan tahun lalu aset modal telah mencapai senilai Rp15 miliar dengan meraih pendapatan sebesar Rp2,5 miliar dengan pembagian SHU total sebesar Rp1,3 miliar.

Tidak hanya itu, tutur Irwan, perusahaan juga telah mengantongi sertifikat Halal A dari MUI dengan sistem Jaminan Halal kategori Excellent A (Sangat Baik).

Penerapan Jaminan Halal pada produk dan fasilitas produksi Sido Muncul merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi dan terpercaya hingga konsumen menjadi prioritas utama.(rs)

 

* Artikel ini telah dibaca 4 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *