Home > HEADLINE > Caleg DPRD Jateng Ajak Generasi Milenial Perangi Hoax

Caleg DPRD Jateng Ajak Generasi Milenial Perangi Hoax

SEMARANG[Kampusnesia] – DPW Partai Persatuan Pembangunan  (PPP) Jawa Tengah mengajak generasi muda atau lebih dikenal milenial untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal dan memerangi hoax maupun ujaran kebencian yang beredar di media sosial, sebagai upaya ikut mendorong pembangunan bangsa dan menciptakan pemilu damai.

Djoko Nurhadi, Calon Anggota (Caleg) DPRD Jateng PPP Dapil Jateng III (Kabupaten Demak, Kudus dan Jepara) nomor urut 2 mengatakan generasi muda atau lebih dikenal dengan generasi milenial untuk lebih cermat dan cerdas dalam mempercayai informasi yang beredar di media sosial (Medsos).

Saat ini, menurutnya, sebagian besar generasi muda menggunakan media sosial. Namun ironisnya, masih ditemukan penyebaran informasi yang tidak benar atau hoax.

“Di media sosial tidak hanya ditemukan hoax, tapi ujaran kebencian juga masih sering dilakukan. Untuk itu, khususnya generasi muda dan semua pihak harus mampu terlibat mengatasi persoalan tersebut agar pemuda bisa lebih aktif lagi dalam pembangunan bangsa,” ujar Caleg  DPRD Jateng dari PPP Dapil Jateng III itu.

Generasi muda sekarang, tutur Djoko, cenderung melakukan komunikasi melalui alat pinter (gadget) sehingga mereka harus cermat dan cerdas untuk menyaring informasi yang benar, tidak hanya asal melakukan share tanpa mencari kebenarannya lebih dulu. Bahkan menjelang Pemilu ini informasi hoax semakin santer di berbagai media sosial, sehingga diperlukan penangkalan dari kalangan generasi muda.

DPW  PPP Jawa Tengah mengajak juga organisasi kepemudaan untuk menolak politisasi Sara, hoax, money politic dalam Pemilu 2019.

Djoko menuturkan DPW PPP Jawa Tengah berkomitmen dan akan terus mengajak generasi muda untuk menyukseskan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang.

“Kami berharap dengan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda akan semakin meningkat, Di setiap helatan Pemilu adakalanya masih diwarnai dengan hoax, politisasi SARA dan money politic. Dengan seruan moral dari para generasi muda isu hoax bisa hilang atau bisa diminimalisir,” tutur Djoko.

Dengan demikian, dia menambahkan DPW PPP Jateng juga mengajak masyarakat supaya lebih selektif dalam menyaring informasi, mendekati hari tenang Pemilu 2019 yang diprediksi bakal semakin marak perang info hoax melalui media sosial (medsos).

Djoko mengatakan masyarakat diminta jangan mudah terhasut berbagai isu dan informasi yang beredar termasuk berbagai isu di medsos belum tentu kebenarannya dan perlu dilakukan penyaringan jangan asal di share.

Menurutnya, pada hari tenang Pemilu 2019 sudah saatnya untuk menghentikan aksi saling menghujat, saling menjatuhkan antar pendukung dan saling melempar informasi yang menyesatkan. Lembaga penyelenggara Pemilu baik KPU, Bawaslu juga akan menjalankan tugas dengan baik tanpa mendukung salah satu kotenstan Pemilu.

Fenomena berita hoax saat ini, tutur Djoko,  sangat mengerikan. Semua pihak dituntut untuk bangkit melawan segala macam informasi-informasi yang menyesatkan termasuk berbagai ujaran kebencian yang melanda negeri ini.

Menurutnya, generasi milenial harus menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan hoax. Berita hoax saat ini sungguh luar biasa. Semua pihak termasuk generasi muda harus ikut dalam memerangi berita-berita yang meresahkan masyarakat itu. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *