Home > EDITOR'S CHOICE > Batang Manfaatkan Geotube Untuk Pemecah Gelombang Ombak

Batang Manfaatkan Geotube Untuk Pemecah Gelombang Ombak

BATANG[Kampusnesia] – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan (Dislutkanak) akan memanfaatkan teknologi geotube dalam membangun tanggul pemecah ombak di sepanjang garis pantai pantura Batang yang berpotensi terancam abrasi

Kepala Dislutkanak Batang, Sugiatmo mengatakan dipilihnya teknologi geotube karena sudah diujicobakan di beberapa titik garis Batang, hasilnya menggembirakan. Bangunan fisik tanggul pemecah ombak dengan teknologi ini mampu menahan abrasi.

“Bahkan tidak sekedar menahan abrasi, tetapi sebaliknya dalam kurun waktu tiga bulan, per Januari – Maret lalu memunculkan sedimentasi,” ujar Sugiatmo di Batang, Jum’at (12/4).

Menurutnya, sedimentasi adalah material batuan hasil pengikisan erosi pantai oleh air laut. Material hasil erosi itu kemudian terbawa oleh aliran air dan mengendap di pesisir hingga membentuk pantai baru yang manfaatnya dapat mengurangi dampak abrasi pantai di Pesisir Batang yang terbilang cukup parah.

Selain itu, lanjutnya, manfaat langsung yang dirasakan masyarakat adalah pedagang dan petani melati yang selama ini memanfaatkan tanah di wilayah pesisir pantai dan kini tidak khawatir lagi bakal kehilangan sumber penghasilannya karena abrasi.

Dia menuturkan tanggul Geotube pertama kali dibangun di pesisir pantai Batang sepanjang 1,7 kilometer pada 2018 lalu dengan anggarannya Rp9,2 miliar.

Setelah manfaatnya dapat dirasakan, lanjutnya, kemudian Kementrian PUPR melakukan kajian di tempat ini sekaligus memberikan bantuan pembangunan geotube sepanjang 60 meter, sehingga tanggul geotube yang dibangun di Batang tercatat sebagai tanggul geotube terpanjang di Indonesia.

Bantuan ini dikucurkan lantaran Pantai Batang yang dijadikan lokasi penelitian Geotube yang hasilnya bakal dijadikan acuan pemasangan Geotube di daerah lain.

Pejabat Balai Litbang Pantai dan Peneliti utama Teknik Pantai Kementrian PUPR, Sulaiman mengatakan geotube menjadi teknologi baru yang berfungsi sebagai pemecah gelombang.

“Jadi ketika ada gelombang yang datang dipaksa pecah oleh struktruk tanggul geotube, sehingga gelombang melimpas, dari limpasan gelombang ini membentuk sendimen yang mengendap,” tuturnya.

Menurutnya, penggunaan Geotube di Batang ini, merupakan lompatan besar yang hasilnya bisa diterima masyarakat. Selain itu, geotube cepat sekali dalam menciptakan pantai baru, tidak sampai dua musim melainkan hanya satu musim, sehingga sangat berguna dalam penanggulangan abrasi.

Dia menuturkan, teknologi Geotube biayanya murah, memang tidak sekuat tanggul dari bahan baku bebatuan. Namun memiliki keunggulan di antaranya cepat dalam pemasangan dan merestorasi pantai.

Sekarang, dia menambahkan, pedoman pelaksaan pembangunan Geotube sudah ada, sehingga bisa diterapkan ke daerah lain terutama di pesisir Jawa, biayanya tinggal disesuaikan dengan
Harga Perkiraan Sendiri (HPS), agar harga geotube pada setiap daerah bisa sama. (wan/smh)

* Artikel ini telah dibaca 122 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *