Home > HEADLINE > UDD PMI Batang Berhasil Naik Peringkat Menjadi Madya

UDD PMI Batang Berhasil Naik Peringkat Menjadi Madya

BATANG[Kampusnesia]  – Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Batang berhasil meningkatkan peringkatnya dari Pratama menjadi Madya.

Kepala UDD PMI Kabupaten Batang dr Edi Samiaji mengatakan selain meningkatkan peringkat juga berhasil memperoleh ijin perpanjangan operasional.

“Peningkatan peringkat ini diperoleh melalui upaya keras dan serius seluruh personil pengurus PMI Batang yang menangani UDD,” ujar Samiaji di Batang , Kamis (23/5).

Menurutnya, untuk meningkatkan peringkat dan memperoleh perpanjangan ijin operasional itu harus melewati tahap pemeriksaan dan visitasi yang dilakukan oleh tim yang terdiri dari  berbagai instansi.

Tim itu lanjutnya , terdiri dari unsur Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Tengah, PMI Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang.

Dia menambahkan dalam visitasi itu  anggota tim melakukan pengecekan berkas dan melihat langsung peralatan dan layanan donor darah UDD PMI Kabupaten Batang.

Kepala UDD PMI Kabupaten Batang juga memaparkan perkembangan UDD PMI Batang dari masa kemasa dari sisi kelembagaan, perencanaan, manajemen, capaian dan yang lainnya, dipaparkan kepada seluruh peserta visitasi tersebut.

Ketua Tim Visitasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Natsir menuturkan pihakhya telah melakukan visitasi di UDD Kabupaten Batang.

“Hasilnya UDD PMI Batang dinyatakan memenuhi syarat dan selanjutnya memperoleh pembaruan izin operasional sekaligus naik kelas  atau peringkat dari Pratama ke Madya,” ujarnya.

Menurutnya, ijin ini sangat mutlak dan wajib dilakukan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), Nomor 83 Tahun 2014 tentang Unit Donor Darah,  Bank Darah dan jejaringnya wajib memenuhi izin operasional.

Oleh karena itu, lanjutnya, upaya ini perlu didukung mulai dari proses penanganan hingga pengolahan obat yang benar sesuai dengan aturan dan standarisasi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2010 tentang pelayanan darah.

“Visitasi ini akan menjamin dan menjaga mutu, kualitas pelayanan darah agar menjadi obat yang aman untuk pasien yang membutuhkan,” tuturrnya. (wan)

 

* Artikel ini telah dibaca 15 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *