Home > EKONOMI & BISNIS > Pemkot Semarang Masuk 10 Nominasi Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia 2019

Pemkot Semarang Masuk 10 Nominasi Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia 2019

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemkot Semarang dinobatkan 1 dari 10 nominasi Kota/Kabupaten Kreatif Indonesia 2019 yang ditetapkan oleh Bekraf RI.

Masuknya Kota Semarang sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia menjadi lompatan besar bagi dan ini disambut baik dan akan menjadi agenda bagi Paguyuban Wong Semarang (Pawon Semar) untuk berkontribusi dalam mempercepat agenda agenda pemkot ke depan.

Dalam pertemuan Ketua Koperasi Pawon Semar dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dipahami tentang perlunya pengembanan ekonomi kreatif oleh warga Semarang dan Wong Semarang yang ada di perantauan.

“Koperasi Pawon Semar segera meluncurkan marketplace untuk Wong Semarang, dengan nama Pawon Semar Mall, Alhamdulillan Mas Hendi menyatakan kesediaannya sebagai Brand Ambassador untuk Pawon Semar Mall dan Endorser produk UMKM pilihan Pawon Semar Mall,” ujar Setyo Edy ketua Koperasi Pawon Semar.

Pemkot Semarang, lanjutnya, sangat mendukung langkah Paguyuban Wong Semarang yang diketuai Hendardji Soepandji dan Koperasi Pawon Semar.

“Saya mengapresiasi ide kanca-kanca Pawon Semar dalam upaya pemberdayaan ekonomi dengan menggunakan Aplikasi marketplace, saya harap bisa diseniergikan dengan program-program pemkot,” tutur Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu.

Bahkan, dia menambahjkan pihaknya siap jadi Brand Ambassador untuk Pawon Semar Mall, selanjutnya akan diintensifkan sinergi dengan dinas Koperasi, Humas dan dinas Pariwisata.

Dalam rangka mendukung acara Halal Bihalal Pawon Semar pada Minggu, 23 Juni lalu di anjungan Jawa Tengah TMII Pemkot Semarang mengirimkan tim kesenian Kota Semarang.

Dalam HBH akan dihadirkan Tari Semarang Hebat, Tari yg menggambarkan tentang keindahan baik Seni Budaya, Kepariwisataan dan kemajuan Kota Semarang.

Tari lain yang akan ditampolkan Pemkot untuk memeriahkan acara adalah Tari Bambu Krincing yang mengangkat tentang Flora / tanaman bambu yg merupakan tumbuhan epidemi ciri khas dari DTW Goa Kreo yang merupakan tempat Petilasan Kanjeng Sunan Kalijaga di dalam mencari soko Jati sebagai Tonggak soko guru Pembangunan Masjid Agung Demak.

“Untuk HBH kita kirim kesenian Tari Semarang Hebat dan Tari Bambu Krincing, wis pokoke wali kota siap dukung kanggo wong Semarang di Jakarta,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 8 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *