Home > KABAR KAMPUS > EDUKASI KAMPUS > Generasi Muda Harus Mampu Ciptakan Konten Jurnalistik Di Era Digital

Generasi Muda Harus Mampu Ciptakan Konten Jurnalistik Di Era Digital

SEMARANG[Kampusnesia] – Generasi muda harus berani lebih kreatif dalam membuat konten jurnalistik dengan memanfaatkan era digital yang berkembang pesat saat ini, bahkan berbagai media sosial (medsos) memberi peluang untuk dapat digunakan sebagai sarana menyebarkan karya jurnalistik mereka.

Archicco Guiltanno Guiliano (produser dan jurnalis Australia Broadcasting Chanel) mengatakan generasi muda harus lebih kreatif menciptakan konten positif di era digital dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Kreasi konten bisa tentang cerita komunitas, wisata, kuliner dan lainnya yang dapat menggelitik dan menarik para pembaca, sehingga hasil karya jurnalistik bisa lebih dikenal masyarakat,” ujarnya dalam Festival Komunikasi dan Edukasi (KOMED) 2019 yang digelar mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) di Audotorium kampus itu, Rabu (26/6).

Dia merupakan salah satu pembicara dalam acara rersebut, selain dua pembicara lain Andres Pasolympa (motivator) dan Anto (Creative Advisor).

Menurutnya, di era digital yang berkembang pesat saat ini, semua konten kreasi jurnalistik yang positif dapat diunggah melalui medsos baik facebook, istagram, youtube, twiter dan lainnya yang mudah diakses para pembaca.

Generasi muda, lanjutnya, harus berani menciptaan konten-konten yang menarik hingga memiliki strategi untuk dapat lebih cepat dibaca masyarakat dengan menggunaan teknologi digital.

Ketua Panitia Festival Komunikasi dan Edukasi (KOMED) 2019 Zain Nugraha Aji menuturkan festival tersebut sebagai salah satu program kerja yang dikelola mandiri mahasiswa FTIK USM.

Selain juga sebagai kolaborasi dan praktik mata kuliah manajemen acara, public relations, fotografi, internal dan eskternal public relations, serta komunikasi pemasaran.

“Acara kali ini mengusung tema ‘Dare to Express‘ untuk mengajak pelajar SMA dan SMK mengekspresikan diri sesuai potensi yang dimiliki,” tuturnya.

Acara tersebut merupakan penyelenggaraan yang kedua dilengkapi dengan seminar motivasi, workshop, coaching clinic, kompetisi K-Pop, festival kuliner dan pameran fotografi.

“Festival ini mengajak para alumni untuk terlibat dalam sesi coaching clinic untuk memberikan gmbaran secara lugas tentang komunikasi dan berbagai bidang ilmu yang dapat digoleki,” ujarnya.

Ketua jurusan prodi studi Ilmu Komunikasi USM Fajrianoor Fanani mengatakan Festival KOMED 2019 secara keseluruhan memberikan perhatian dunia komunikasi dan segala perkembanganya terutama yang berkaitan dengan teknologi komunikasi.

Dibarengi dengan edukasi, dia menambahkan agar generasi muda mampu memilah kegiatan positif yang berkaitan dengan internet.

“Festival ini memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kreativitas generasi muda. Melalui festival ini mampu menciptakan peluang kerja sama berbagai pihak seperti instansi pemerintah,swasta,media dan berbagai komunitas yang m,enjadi stakeholder FTIK USM,” tutur Fajrianoor. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 28 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *