Home > HEADLINE > Pemkot Semarang Salurkan BPNT Kepada 193 KK

Pemkot Semarang Salurkan BPNT Kepada 193 KK

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemkot Semarang menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 193 Kepala Keluarga yang termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kecamatan Semarang Tengah, Jumat (28/6).

Bantuan itu direalisasikan juga sebagai wujud dukungan terhadap program Pemerintah Pusat, sekaligus bentuk perhatian kepada warga Kota Semarang yang membutuhkan.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan program ini merupakan bentuk subsidi silang, pihak yang mampu memberikan bantuan kepada pihak yang membutuhkan.

“Warga Kota Semarang hari ini ada yang sukses dan masih ada yang kekurangan, Pemkot melihat hal ini sebagai subsidi silang yang mampu bisa bayar pajak dan yang tidak mampu pmerintah mengalirkan APBN dan APBD agar bisa lebih baik lewat program BPNT,” ujarnya usai memberikan bantuan itu.

Menurutnya, setiap KPM akan diberi bantuan non tunai sebesar Rp110.000 yang ditransfer setiap bulan ke dalam kartu keluarga sejahtera yang dipegang oleh setiap keluarga penerima manfaat.

Kemudian dana dalam kartu tersebut dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari di e-Warong. Sementara di Kecamatan Semarang Tengah saat ini terdapat dua E-warong yang sudah berjalan.

“Mereka belanja dengan hanya menggesek kartu tersebut untuk membeli beras, gula, telur dan kebutuhan sehari-hari lain,” tuturnya.

Pada 2019 Kota Semarang memperoleh kuota KPM sebanyak 39.190 terdiri dari KPM aktif berjumlah 37.483 KPM usulan baru sejumlah 1.208 dan KPM ganti pengurus 322. Dalam penyerahan BPNT tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Camat Semarang Tengah di wilyahnya mendapat kuota 1784 KPM dimana 193 KK merupakan bagian penambahan kuota.

Dia menuturkan KPM penerima BPNT berkomitmen menggunakan dana tersebut sebaik-baiknya dan siap apabila sudah mampu mereka tidak mendapat bantuan lagi.

“Yang penting bapak-ibu siap menggunakan dana tersebut sebaik-baiknya, bila kemudian sudah mampu dan masuk golongan keluarga sejahtera lebih bijak untuk tidak mendapatkan bantuan, agar kemudian diperuntukkan bagi warga masyarakat lain yang lebih membutuhkan,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu. (Andi Saputra)

* Artikel ini telah dibaca 10 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *