Home > EKONOMI & BISNIS > Jateng Serius Bakal Garap Potensi Energi Panas Bumi

Jateng Serius Bakal Garap Potensi Energi Panas Bumi

SEMARANG[Kampusnesia] –  Jateng semakin serius bakal menggarap energi panas bumi di berberapa daerah yang memiliki potensi, sebagai upaya untuk mendukung pendirian Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLPB).

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Sujarwanto mengatakan Jateng siap bakal serius menggarap potensi energi panas bumi di tujuh lokasi meliputi pegunungan Ungaran, Gunung Slamet, Merapi, Merbabu dan lainnya.

Menurutnya, di wilayah Jateng terdapat 7 lokasi lapangan sumber panas bumi yang telah terpetakan, maski saat ini  baru beberapa yang sudah dimanfaatkan dengan baik untuk sumber pembangkit listrik.

“Khusus untuk panas bumi ada 7 lokasi. Namun saat ini, baru dataran Dieng yang sudah beroperasi untuk dimanfaatkan sebagai pembangkit lisrik,” ujarnya usai mengisi acara seminar dengan topik “Implementasi Rencana Umum Energi Daerah untuk Ketahanan Energi yang Berkelanjutan” di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa (9/7).

Dia menuturkan untuk potensi energi panas bumi di Jateng cukup besar, karena provinsi ini  memiliki beberapa gunung berapi yang memiliki sumber panas bumi seperti, Merapi, Slamet, Merbabu dan Ungaran.

Pemanfaatan panas bumi, lanjutnya, tidak memiliki kendala berarti, hanya dalam memanfaatkan tenaga panas bumi tidak dipungkiri membutuhkan investasi cukup besar.

Sementara ini Pemprov Jateng juga memanfaatkan tenaga Surya untuk pembangkit listrik. Bahkan dapat terlihat dari beberapa kantor dinas sudah menggunakan tenaga Surya.

Selain tenaga Surya, tutur Sujarwanto, pemerintah juga telah memanfaatkan beberapa energi yang berasal dari sampah seperti di Kabupaten Cilacap dan Kota Semarang.

Ketua Program Studi Magister Energi Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang Jaka Windarta menuturkan jika pihaknya sangat siap membantu pemerintah dalam melakukan perencanaan energi daerah.

“Kami dari akademisi sudah sangat siap membantu pemerintah dalam melakukan perencanaan energi daerah dengan memberikan masukan maupun kajian secara ilmiah,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 4 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *