Home > HEADLINE > Madrasah Diniyah Bentengi Anak Dari Ancaman Narkoba, Radikalisme Dan Terorisme

Madrasah Diniyah Bentengi Anak Dari Ancaman Narkoba, Radikalisme Dan Terorisme

DEMAK[Kampusnesia] – Aktivitas Madrasah Diniyah Takmiliyah berperan besar dalam membentengi anak-anak bangsa dari ancaman dan pengaruh narkoba, kenakalan  remaja, radikalisme dan terorisme.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Madrasah Diniyah memiliki andil besar dalam membentuk karakter anak bangsa.

“Para guru madrasah diniyah telah membuktikan keberhasilannya dalam mendidik anak-anak hingga memiliki karakter kuat dan berakhlkul Karimah,” ujarnya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Kesra Setdaprov Jateng Drs H Imam Maskur,M.SI saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-5 tingkat Provinsi Tahun 2019 di Gedung IPHI Kabupaten Demak, Minggu (7/7).

Menurutnya, kegiatan ini mengandung nilai-nilai sportivitas, kejujuran, Inovasi dan kreativitas. Itu semua dapat mengkristal menjadi  karakter dan mewarnai aktivitas kegiatan sehari-harinya.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, anak-anak dipacu untuk selalu menjunjung tinggi dan membiasakan diri bersikap sportif dan jujur, ini sangat berguna sebagai bekal hidup di masyarakat.

Dia menambahkan saat ini narkoba, tawuran, intoleransi, radikalisme dan terorisme masih menjadi permasalahan bangsa dan mengancam generasi muda. Untuk itu, diharapkan Madrasah Diniyah terus berkiprah membentengi anak-anak bangsa dari pengaruh buruk itu.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng, Drs Farhani, Bupati Demak HM Natsir, Wakil Bupati Demak Drs Joko Sutanto, Ketua DPP FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) Lukman Hakim, Bupati/Walikota, Kepala Kemenag dan Ketua DPC FKDT Kabupaten/Kota Se Jateng serta kontingen, peserta lomba dari 35 Kabupaten/Kota se – Jawa Tengah.

Bupati Demak, HM Natsir menuturkan kegiatan Porsadin ke-5 di Demak yang diikuti 1.715 peserta ini mempunyai arti penting, guna menggali dan mengembangkan potensi baik, minat, bakat dan ketrampilan para santri Madrasah Diniyah.

“Untuk itu jadikanlah kegiatan ini sebagai sarana syiar keagamaan, bersama kita kembangkan lembaga pendidikan islam untuk lahir generasi Qur’ani,” tuturnya.

Natsir juga mengenalkan Kabupaten Demak yang sangat kental unsur religinya. Demak memiliki wisata yang jumlah pengunjungnya terbesar kedua di Jateng setelah Borobudur. Yakni Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu dan tambah lagi Makam Syeh Mudzakir di Sayung Demak. (Faidlul Atiq)

* Artikel ini telah dibaca 13 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *