Home > EKONOMI & BISNIS > DPRD Jateng Berikan Apresiasi Kinerja Pelabuhan Perikanan Klidang Lor Batang

DPRD Jateng Berikan Apresiasi Kinerja Pelabuhan Perikanan Klidang Lor Batang

BATANG[Kampusnesia] – Pelabuhan Perikanan Klidang Lor Kabupaten Batang yang mampu memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,107 miliar atau 485% dari yang ditargekan hanya senilai Rp228 juta pada 2018 mendapat apresiasi dari DPRD Jateng.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto memuji kinerja pengelola Pelabuhan Perikanan Klidang Lor Batang itu yang berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Batang selama 2018 lalu.

“Meski ewodene dermaganya rusak, belum punya pemecah gelombang yang sangat dibutuhkan nelayan, namun masih mampu menyumbang pendapatan berlipat-lipat dari yang ditargetkan, sehingga saya lihat potensi PAD sangat tinggi dari sektor ini,” ujarnya saat memimpin rombongan Komisi C DPRD Jateng berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Klidang Lor itu, Rabu (10/7).

Saat ini, lanjutnya, Pemprov Jateng sedang menggali potensi PAD untuk dapat dioptimalkan di luar pajak kendaraan bermotor, hingga diharapkan pemberikan kontribusi bisa sesuai yang ditargetkan.

Menurutnya, Klidang Lor telah meminta anggaran pembangunan pemecah gelombang sebesar Rp30 miliar, namun hanya disetujui Rp2,5 miliar, meski belum termasuk kebutuhan untuk membangun dermaga yang rusak.

Dengan demikian, dia meminta Kepala Pelabuhan Klidang Lor Bambang Purnomo segera membuat hitungan berapa potensi pendapatan dari tambat labuh jika pemecah gelombang selesai dibangun.

“Hitung potensinya per hari hingga per tahun berapa, ajukan kepada Komisi C lebih dulu, ke depan akan kita back up agar masuk di APBD Jateng 2020. Komisi C sudah mengatahui potensinya, namun Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan lainnya harus juga mengetahui,” tutur Bogi panggilan akrab Asfirla Harisanto itu.

Anggota Komisi C lain Ahmad Ridwan (PDI-P), Mustholih (PAN) dan Sidi Mawardi (Golkar) juga sependapat dengan Bogi, bahkan mereka siap mem-back up.

Pada intinya, potensi PAD di sektor pelabuhan perikanan masih sangat besar, sehingga Pemprov melalui Dinas Kelautan dan Perikanan harus hadir dengan mengalokasikan anggaran pembangunan yang lebih proporsional.

Pada tahun ini, Klidang Lor ditargetkan dapat memberikan kontribusi PAD sebesar Rp1,003 miliar. Bahkan per Juni (semester I) sudah terealisasi senilai Rp683,4 juta (68,1%).

“Keberhasilan itu sekaligus membuktikan bahwa potensi pendapatan memang besar serta target tahun ini insya Allah kembali terlampaui,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 17 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *