Home > EKONOMI & BISNIS > BPOM Akan Dorong Usaha Café Jamu Milenial

BPOM Akan Dorong Usaha Café Jamu Milenial

SEMARANG[Kampusnesia] – Sejumlah usaha kafe Jamu kini mulai bermunculan yang dikelola kalangan milenial di berbagai kota, termasuk di Kota Semarang mulai ramai kafe-kafe jamu dibuka kalangan anak muda.

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang mendorong munculnya usaha kafe jamu bagi kalangan milenial.

Munculnya kace jamu itu bakal mendapat dukungan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang, mengingat usaha kace jamu itu dinilai dapat ikut melestarikan budaya leluhur.

Kepala BBPOM Semarang Syafriansah mengatakan pihaknya mengapresiasi munculnya sejumlah kafe jamu yang di kalangan anak muda di berbagai kota di Jateng.

“Kami mengapreasi dan sangat mendukung usaha kafe jamu itu, karena mampu menarik perhatian anak muda untuk melestarikan salah satu budaya leluhur,” ujarnya, Kamis (11/7).

Bahkan, lanjutnya, BPOM juga sangat mengapresiasi para pemerintah daerah yang ikut mengembangkan desa wisata jamu tradisional. Namun, dingingatkan bahwa perlu ada pengawasan untuk produksi jamu itu, agar tidak dicampur obat kimia.

“Pada 2018 kami telah menemukan sedikitnya 8 kasus obat tradisional atau jamu dengan obat kimia di dalamnya. Pada awal 2019, kami temukan satu kasus lagi,” ujarnya.

Menurutnya, jamu dengan campuran obat kimia biasanya dicampur paracetamol, penilbotazon dan antalgin. Efeknya langsung terasa tapi bebahaya bagi tubuh.

“Hakikatnya jamu yang berasal dari bahan alam untuk mencegah penyakit. Masyarakat harusnya curiga ketika ada promosi jamu ces pleng, yang efeknya langsung terasa,” tuturnya.

Dia menuturkan untuk jamu tradisional tanpa kemasan atau langsung seduh tidak perlu izin edar, sehingga jika seseorang ingin membuka kafe jamu dan pelayanannya langsung diseduh di tempat, maka tidak perlu izin edar. Berbeda dengan jamu sudah dalam bentuk kemasan baik botol atau kemasan lain, lalu ada merek, harus ada izin edar.

Sido Muncul

Sementara sebelumnya PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk dengan anak perusahaanya PT Muncul Mekar telah melakukan sosialisasi pengembangan usaha cafe jamu di berbagai kota, setelah Jakarta dan sekitarnya dan Kota Semarang.

Direktur PT Muncul Mekar J Sofyan Hidayat mengatakan perusahaan akan semakin gencar melakukan sosialisasi usaha cafe jamu di berbagai kota, setelah sebelumnya Kota Jakarta dan sekitarnya dan Kota Semarang.

Pengembangan usaha cafe jamu Sidomuncul, lanjutnya, sebagai upaya untuk membuka peluang usaha dan menciptakan pekerjaan bagi masyarakat, sekaligus membantu progam pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Menurutnya, program kesempatan usaha dan menciptakan pekerjaan untuk memasyarakatkan segala jenis jamu dan meningkatan kesejahteraan masyarakat penjualan jamu bisa dilakukan melalui membuka cafe jamu.

“Selain itu, program usaha cafe jamu ini bertujuan agar masyarakat mudah mendapatkan usaha dan pekerjaan, sekaligus untuk mendorong minat wirausaha bagi semua lapisan masyarakat di berbagai daerah di seluruh Indonesia,” ujar Sofyan.

Saat ini, lanjutnya, Usaha Mikro Kecil Mengah (UMKM) masih menjadi penopang perekonomian masyarakat, bahkan jumlahnya mencapai jutaan dan sangat berpotensi untuk dapat lebih dikembangkan.

Sofyan menuturkan dengan mengintensifkan kewirausahaan sektor mikro diharapkan sulitnya mencari pekerjaan dapat sedikit teratasi, karena kewirausahaan sebagai alternatif mata pencaharian bagi masyarakat, sehingga usaha cafe jamu bakal mampu mewujudkan usaha baru yang menjanjikan.

Usaha cafe jamu, dia menambahkan yang masih berada di sektor informal ini juga mampu menjadi aset, bukan menjadi beban pemerintah, bahkan diharapkan mampu membantu menekan tingkat kemiskinan di seluruh tanah air. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 21 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *