Home > EKONOMI & BISNIS > Jaringan Air Bersih Di Lereng Gunung Slamet Mulai Dioperasikan

Jaringan Air Bersih Di Lereng Gunung Slamet Mulai Dioperasikan

PURBALINGGA[Kampusnesia] – Riyoto warga Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga sangat gembira saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuka keran air sebagai tanda peresmian Pembangunan Jaringan Air Bersih di desanya, Jum’at (12/7).

Air bersih mengalir deras dari keran tersebut seolah menjadi akhir penantian Riyoto dan seluruh waga di desanya selama hidup untuk merasakan nikmatnya air bersih.

Yah, sejak kecil sampai sekarang berusia 70 tahun Royoto dan 2.700 warga di lereng Gunung Slamet itu kesulitan mendapatkan air bersih. Bagaimana tidak, lokasi desa yang paling dekat dengan puncak Gunung Slamet tersebut, membuat desa Kutabawa tidak memiliki sumber mata air.

“Di daerah ini tidak ada sumber mata air, jadi sejak nenek moyang dulu selalu kekeringan,” tutur Riyoto.

Menurutnya, untuk kebutuhan air bersih, warga sehari-hari terpaksa membeli dengan harga Rp2000 per derigen. Air bersih itu hanya mereka gunakan untuk keperluan makan dan minum, dan sedikit untuk Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Sulitnya mendapatkan air,  mandi paling satu ember. Itupun mandi sehari sekali. Sekarang, saya bisa mandi tiga kali sehari dengan puas,” ujar Riyoto yang juga menjabat sebagai ketua Rukun Tetangga (RT) itu.

Selain membeli air bersih, lanjutnya,  di desanya biasanya didapat dengan mengandalkan musim penghujan. Saat hujan turun, warga membuat kolam untuk menampung air itu. Bahkan jika habis, warga harus mengambil air dari sendang yang jaraknya 4 km dari desa.

“Anak-anak kecil di daerah ini juga dulu begitu, semua tugasnya ngangsu (ngambil air) dari sendang,” tuturnya.

Harapan baru muncul saat Ganjar melakukan kunjungan kerja ke desanya, 2017 lalu. Kepada Ganjar, warga berharap ada bantuan pembangunan saluran air bersih.

Ganjarpun mengabulkan. Setelah melalui proses, akhirnya pada Jumat (12/7) air bersih itu sudah mengalir lancar ke rumah-rumah warga dan melalui Bantuan Gubernur tahun 2017-2018 pe,mbangunan sumber air dibangun.

“Alhamdulillah, sejak saya kecil, baru kali ini merasakan air sebanyak ini. Di desa ini memang sejak nenek moyang sampai sekarang kesulitan air bersih. Sekarang dengan adanya bantuan air ini, air sudah mengalir ke rumah-rumah kami,” tutur Yono warga lainnya.

Sementara itu, Ganjar mengatakan bantuan pembangunan jaringan air bersih itu dilakukan untuk menyelesaikan program air bersih masyarakat Kutabawa. Sebab sejak sebelum merdeka, lokasi itu selalu dilanda kekeringan.

“Di lokasi ini sebenarnya sudah sejak lama membutuhkan air bersih. Saat saya berkunjung ke sini, warga meminta. Kemudian saya minta masyarakat menghitung, memang cukup jauh sumber airnya, sekitar 18 km dari sini, tepatnya di kaki Gunung Slamet di wilayah Banyumas,” tutur Ganjar.

Setelah masyarakat bergerak, kemudian pihaknya memberikan bantuan penyaluran air bersih itu dan  kali ini air sudah mengalir sampai ke desa Kutabawa.

“Alhamdulillah sudah jadi, sekarang masyarakat bisa memanfaatkan air ini dengan baik. Program ini ke depan akan kami terapkan di banyak tempat yang selalu terkena bencana kekeringan. Mudah-mudahan, tidak ada lagi cerita warga mengantre air dengan bawa ember,” ujar Ganjar. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *