Home > HEADLINE > Tim Buser Satreskrim Polres Magelang Tangkap Tiga Pelaku Curamor

Tim Buser Satreskrim Polres Magelang Tangkap Tiga Pelaku Curamor

MAGELANG[Kampusnesia] – Tim Buser Sat Reskrim Polres Magelang berhasil menangkap tiga diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor dan sepea ontel di berbagai tempat di Wilayah Kabupaten Magelang.

Ketiga pelaku yang ditangkap Tim Buser Sat Resom Polres Magelang yang dipimpin oleh AKP Bayu Puji Hariyanto SH,SIK terdiri  RAS, 24 aa Desa Wringin Putih Borobudur Magelang, EAS, 17 warga Kedungsari Magelang Utara Magelang dan RY, 25 wara Ringin Anom Borobudur Magelang.

Mereka bertiga ditangkap oleh petugas Buser Polres Magelang di Wilayah Borobudur, Senin (8/72019) lalu sekitar pukul  22.30 WIB

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan ketiga tersangka terakhir kali melakukan pencurian berupa speda motor merk Yamaha Mio warna merah tahun 2007 Nopol H-2590-YL di Serambi depan rumah warga Dusun Bowan Desa Tanggulrejo Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang, Jumat 22 Februari 2019 lalu

“Dalam Operansinya ketiganya berboncengan tiga setelah mendapatkan sasaran berupa sepeda motor yang tidak terkunci stang, kemudian tersangka EAS langsung mengambilnya dan dua temannya mengawasi dan mendorong setelah melihat situasi dianggap aman,” ujarnya, Jumat (11/7)

Menurutnya, dalam pemeriksaan dan pengembangan petugas ketiga tersangka telah melakukan di berbagai tempat hingga sepuluh tempat yang berbeda di Wilayah Kabupaten Magelang.

Dia menambahkan selain kendaraan bermotor juga mengambil beberapa sepeda ontel dan hasnya dijual melalui media sososial (medsos) Face Book Group Jual Beli Kendaraan Boyolali, kemudian diamankan melalui Cash On Delivery ( COD ), ini merupakan modus baru cara penawaran dan penjualan hasil kejahatan.

Tersangka RAS menuturkan cara penjualan dan penawaran hasil pencurian ditawarkan melalui Face Books Group Jual Beli Kendaraan Boyolali dan hasil penjualan dihabiska untuk bermain Games Online.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatanya ketiga pelaku di jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (Andi Saputra)

 

 

* Artikel ini telah dibaca 10 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *