Home > HEADLINE > Masyarakat Diminta Waspadai Manuver Mantan Aktifis HTI

Masyarakat Diminta Waspadai Manuver Mantan Aktifis HTI

SEMARANG[Kampusnesia] – Masyarakat diminta mewaspadai manuver para mantan aktifis organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan pemerintah.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan kendati HTI telah dibubarkan, namun ditengah-tengah masyarakat masih nampak pola-pola gerakannya, ini harus diwaspadai, jangan sampai lengah.

“Pola-pola gerakan itu manuvernya berupa gerakan-gerakan yang berupaya mencoba-coba menggantikan ideologi Pancasila dengan khilafah Islamiyyah,” ujar Hendrar Prihadi saat menyampaikan sambutan dalam upacara pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Kota Semarang, di aula Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima Semarang, kemarin.

Menurutnya, warga NU (Nahdliyyin) akan dilibatkan secara aktif untuk melakukan kerja – kerja penguatan bidang ideologi, agar Ideologi Pancasila tidak terusik.

Selain kerja-kerja menjaga ideologi negara, lanjutnya, Nahdliyyin juga akan dilibatkan dalam mencegah dan mengatasi gangguan yang mengancam sektor lain, terutama ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan.

Ketua tanfidziyah PWNU Jateng Drs HM Muzamil saat membuka Muskercab II NU Kota Semarang mengajak warga untuk terus menghidupkan kegiatan tradisi dan budaya di masyarakat melalui masjid-masjid dan musala, termasuk menjaga ideologi negara.

Dalam Muskercab itu juga diagendakan dialog dengan menampilkan beberapa narasumber di antaranya Rektor Unwahas Prof Dr Mahmutarom HR SH, MH, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unnes Dr Moh Solehatul Mustofa MA, mantan Gubernur Jateng H Ali Mufiz, Rais Syuriyah PCNU KH Khanief Ismail Lc, dan Ketua PWNU KH Muzamil dipandu oleh Katib Syuriyah Dr H Ahmad Izzuddin.

Ali Mufiz mengusulkan agar para kiai NU melakukan penguatan Ahlussunnah wal-Jamaah dengan cara membuka pesantren-pesantren di perkotaan.

”Kalau bisa di dekat-dekat kampus perguruan tinggi. Mengapa? Karena anak-anak muda haus dengan agama. Jangan sampai mereka salah belajar agama kepada orang yang bukan ahlinya bahkan mengajak ke jalan sesat,” ujarnya.

Menurutnya, NU yang dilahirkan sebelum Indonesia merdeka tidak ada persoalan dengan negara dan ideologi Pancasila. Bahkan para ulama sudah sepakat menyatakan Ideologi Pancasila dan NKRI sudah final tidak perlu ada pembahasan lagi.

Jadi, tutur Ali Mufiz, kalau hari ini NU berada di barisan paling depan dalam kecintaan kepada NKRI, dari dulunya memang begitu. Sekarang tinggal melakukan penguatan-penguatan.

Pada kesempatan itu dilakukan MoU antara PCNU Kota Semarang dengan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas). Perguruan Tinggi ini akan memberikan bea siswa bidik misi kepada kader-kader NU di Kota Semarang untuk meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi di perguruan tinggi. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 114 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *