Home > EKONOMI & BISNIS > Tas Roro Kenes Dibanjiri Pesanan Buyer Rusia

Tas Roro Kenes Dibanjiri Pesanan Buyer Rusia

SEMARANG[Kampusnesia] – Sejumlah tas milik pengusaha UKM warga Semarang yang ditahan di Bandara Domodedovo Moscow, Rusia beberapa waktu lalu, kini tanpa diduga justru membuka peluang pasar tas bermerk Roro Kenes tersebut.

Pemilik Roro Kenes, Syanaz Nadya Winanto Putri mengatakan kejadian beberapa waktu lalu dibanadara Moscow itu, justru membuat produknya moncer di Moscow, Rusia.

“Saya sangat senang sekali, karena saya memiliki kesempatan untuk eksplor pasar di Rusia. Semua ini juga berkat peran pak Gubernur Ganjar Pranowo yang telah mengajak saya ikut pameran ke Rusia,” tutur Syanaz.

Menurutnya, sejumlah buyer di Rusia semakin berminat memesan produk tas Roro Kenes setelah mendengar kisah Syanaz saat barangnya disita pihak bea cukai Rusia, hingga menimbulkan kesan keyakinan mereka bahwa kualitas produk Syanaz tidak kalah dengan produk unggulan lainnya.

“Para calon pembeli justru langsung tertarik dengan cerita saya di Bandara itu. Kata mereka, produk saya pasti bagus karena menyita perhatian pihak costom di bandara itu yang menyangka tas saya berharga ratusan juta,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, Roro Kenes segera mengirimkan barang ke negara pecahan Uni Soviet itu, untuk memenuhi pemesanan sejumlah buyer di negara tersebut.

“Saya tidak menyangka ternyata kejadian ini justru menjadi berkah buat saya. Banyak yang sudah pesan tas dari saya, sekarang saya sedang menyiapkan itu,” tutur warga Bukitsari Kota Semarang ini.

Seperti diketahui tas karya warga Semarang ditahan otoritas Bandara Rusia ketika akan mengikuti pameran di Festival Indonesia Moskow, pekan lalu. Alasannya tas itu dinilai terlalu bagus bahkan disamakan dengan buatan merk terkenal seharga ratusan juta.

“Mereka bilang tas saya pasti harganya ratusan juta dan terbuat dari kulit eksotis kualitas premium sekelas Vuitton atau Bottega. Padahal, tas saya itu hand made dan harganya hanya sekitar Rp150.000 sampai Rp3 juta,” ujarnya.

Hingga saat ini, sebanyak 10 tas kulit dan 50 goodiebag dari karung goni miliknya masih berada di Bandara Domodedovo Rusia. Pihak Rusia meminta waktu hingga 24 hari untuk memeriksa tasnya tersebut.

“Sampai sekarang barang saya tidak bisa keluar, mereka mau mengkurasi selama 24 hari. Saya justru senang, tas saya dapat kurasi gratis oleh pihak Rusia, ini membuktikan tes market saya berhasil dan pasar di negara itu bagus,” tutur alumnus Asian Institute of Management Manila Philipina ini.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan kejadian penahanan tas Syanaz oleh pihak Rusia justru menjadi cerita yang sangat luar biasa. Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa produk UKM Jawa Tengah berkualitas dan diterima baik di pasar internasional.

“Produk Roro Kenes kini sejajar kualitasnya dengan tas-tas branded seperti Louis Vuitton, Bottega, Chanel, Gucci, Hermes, atau Dolce Gabbana. Kualitas sudah dianggap premium berarti layak ekspor dengan harga yang kompetitif juga. Semoga tahun depan sudah bisa menyaingi tas branded yang puluhan juta,” ujar Ganjar.

Dia juga potensi ekspor produk Jateng ke Rusia sangat  terbuka lebar. Terbukti produk dari Jateng laku keras selama tiga hari pameran di negara itu. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 67 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *