Home > HEADLINE > Kegiatan Haul Lestarikan Nilai Silaturahmi Dan Keteladanan Ulama

Kegiatan Haul Lestarikan Nilai Silaturahmi Dan Keteladanan Ulama

SEMARANG[Kampusnesia]  – Kegiatan memperingati wafatnya seorang tokoh atau haul mengandung nilai-nilai strategis dalam upaya melestarikan, semangat silaturahmi dan  keteladanan agar dapat diwarisi dan dilanjutklan oleh generasi selanjutnya.

KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) saat menyampaikan tausiyah dalam acara haul ke-79 almarhum Abdurrahman bin Qosidil Haq di halaman pesantren Futuhiyyah Maranggen Demak, Selasa (13/8) mengatakan figur yang diperingati hari wafatnya oleh umat Islam itu pasti orang baik dan memiliki jasa besar, tidak mungkin orang tidak baik diperintati hari wafatnya.

“Mbah kyai Abdurrahman dan para masyayikh pondok Futuhiyyah yang sudah sedo itu pasti oragnya baik, maka setiap tahunnya digelar acara haul-nya dan dihadiri para murid-muridnya dan para pengikut muridnya,”  ujar Gus Mufawiq.

Menurutnya, almarhum kyai Abdurrahman adalah ulama pelanjut perjuangan nabi Muhammad SAW, sahabat, tabiin, tabiit tabiin dan ulama terdahulu dalam menyampaikan ajaran-ajaran Islam bersama-sama ulama lain seangkatannya di bumi nusantara, sehingga Islam dapat diterima dan dipeluk oleh mayoritas penduduk Indonesia.

Selain berhasil menghadirkan Islam, lanjutnya, sebagai agama pengayom masyarakat, kyai Abdurrahman juga berhasil menyiapkan keturunan bersama-sama dengan murid-muridnya untuk melanjutkan tugas mengemban amanat membimbing masyarakat, sehingga menjadi muslim yang baik hingga sekarang ini.

Dia menambahkan tradisi memperingati hari wafat almarhum kyai Abdurrahman yang sudah terselenggara hingga 79 kali ini menunjukkan, almarhum sangat dicintai oleh murid-muridnya dan generasi berikutnya meski tidak pernah mengenal atau diajar secara langsung  oleh almarhum.

Jadi, tutur Gus Muwafiq, kerinduan akan hadirnya sosok almarhum kyai Abdurrahman  sangat dinanti oleh umat Islam hingga sekarang, karena secara fisik sudah tidak mungkin kerinduan itu dipenuhi, tetapi melalui acara haul seperti ini, keteladanan dan semangat perjuangnnya dapat terus disebarluaskan kembali agar umat Islam bisa mengambil inspirasinya.

Rois Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahli Thariqah Al Muktabarah An- Nahdliyyah (Jatman), KH Drs Dzikron Abdullah yang membacakan manaqib KH Abdurrahman menuturkan sebagai figur atau sosok pelanjut perjuangan nabi dalam menghadirkan Islam di Indonesia, semasa hidupnya kyai Abdurrahman memberikan keteladanan dalam menjalani hidup.

“Beliau dapat menyeimbangkan aktifitas – aktifitas yang dijalaninya, sebagai kyai konsisten dan disiplin dalam memberikn bimbingan kepada masyarakat melalui pengajian-pengajiannya di pesantren, tetapi dalam waktu yang bersamaan dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya berprofesi sebagai pedagang dan  petani yang tekun,” ujarnya. (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 27 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *