Home > KABAR KAMPUS > EDUKASI KAMPUS > Mahasiswa Undip Kenalkan Aquaponik Untuk Berdayakan Petani Rembang

Mahasiswa Undip Kenalkan Aquaponik Untuk Berdayakan Petani Rembang

REMBANG[Kampusnesia] – Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) memperkenalkan konsep Aquaponik kepada masyarakat saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Rembang,  untuk meningkatkan produksi pertanian dan budidaya ikan.

Koordinator Survei Kegiatan Mahasiswa KKN Undip Muhammad Hayyun Abdillah, (Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip)  mengatakan  Aquaponik merupakan  penggabungan aquakultur dan hidroponik berupa budidaya tanaman dan ikan menjadi satu.

“Prinsip kerjanya, kotoran dan sisa makanan ikan diubah menjadi pupuk alami dengan melewati penyaringan sebuah filter, kemudian disalurkan pada tanaman,” ujar Hayun di Balai Desa Babak Tulung Kecamatan  Sarang Rembang  dalam rilisnya, Selasa (12/8).

Menurutnya, di wilayah  Rembang hampir setiap tahun dilanda kekeringan hingga masyarakat dan petani kesulitan mendapatkan air. Warga yang sebagian besar mata pencahariannya bertani mengeluhkan kurangnya air dan tidak adanya saluran irigasi sehingga berdampak kekeringan.

Dia menuturkan untuk mengatasi problem itu Tim II KKN UNDIP 2019, telah menyusun  program unggulan multidisiplin di Desa Babak Tulung  berupa Pelatihan dan Pemberdayaan Aquaponik. Agar manfaat kegiatan tepat sasaran, para petani, masyarakat, perangkat desa, dan tokoh masyarakat dilibatkan.

Program ini, lanjutnya, merupakan hasil survei sekaligus studi banding yang dilakukan Tim selama tujuh hari, dari survei ini diperoleh konfirmasi bertahun-tahun desa ini menjadi langganan kekeringan, sementara saluran irigasi teknis pertanian tidak berjalan baik,  sehingga pengairan untuk lahan sawah terganggu, terutama saat musim kemarau.

Aquaponik ini, tutur Hayun, merupakan  salah satu solusi terbaik untuk mengatasi problem pertanian dan perikanan di musim kemarau saat ini,  keunggulannya hemat air, hemat biaya dan  2 in 1 produk, selain juga praktis.

“Dengan konsep aquaponik, dipastikan masa panen yang didapat tidak hanya tanaman saja, melainkan juga ikan seperti konsep minapadi,” tuturnya.

Aisyah Chusnul Jurnalita, Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip menuturkan metode pelatihan yang digunakan dalam kegiatan ini melalui penyampaian konsep aquaponik dengan alat peraga yang dibuat Tim II KKN UNDIP 2019.

Selanjutnya, alat peraga aquaponik diserahkan kepada Kades Babaktulung sebagai darmabakti dari TIM II KKN UNDIP 2019.

Kepala Desa Babaktulung Didik Hariyanto mengatakan terima kasih atas karya Tim II KKN Undip 2019 yang mampu menghasilkan karya terbaik.

Menurutnya, Aquaponik ini, akan membawa  manfaat besar bagi para petani dan masyarakat, sehingga akan dioptimalkan.

Lwat karya ini, lanjutnya, diharapkan kekeringan di Desa Babaktulung dapat teratasi sehingga hasil produksi pertaniannya segera meningkat. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 19 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *