Home > HEADLINE > Laporan Masyarakat Kepada Ombudsman Jateng Menurun

Laporan Masyarakat Kepada Ombudsman Jateng Menurun

SEMARANG[Kampusnesia]  – Penggunaan pelayanan publik dengan menggunakan media sosial (medsos) yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ternyata berdampak pada lembaga lain, di antaranya pelaporan masyarakat kepada Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Jateng menurun drastis.

Kepala ORI Jateng, Siti Farida mengatakan dibukanya kanal pengaduan melalui medsos oleh Ganjar membuat pelaporan masyarakat kepada ORI Jateng menurun drastis, bahkan hingga Juli 2019 tercatat hanya ada dua laporan yang masuk ke lembaga itu.

“Pengaduan masyarakat kepada ORI belakangan menurun dratis. Sampai sekarang baru ada dua laporan yang kami tangani, khususnya pengaduan tentang pelayanan publik di Jawa Tengah,” ujarnya saat mengikuti dialog tentang pelayanan publik di kantor PWI Jateng, Rabu (14/8).

Menurutnya, pelaporan maupun pengaduan masyarakat dibandingkan tahun lalu, mengalami penurunan sangat signifikan. Jika 2018 lalu tercatat memncapai sekitar 19 pengaduan dari masyarakat, tahun ini hingga Juli hanya dua pengaduan yang masuk ke ORI Jateng.

Selain penggunaan medsos, lanjutnya, untuk pelayanan publik termasuk pengaduan yang dilakukan Gubernur Jateng, tingkat kepuasan pelayanan publik menunjukan adakan kenaikan dan lebih baik.

“Berdasarkan survei kepatuhan pada 2016 lalu, Pemprov Jateng memang masuk zona hijau, artinya tingkat kepuasan masyarakat pada pelayanan publik tinggi,” tuturnya.

Dia menutuekan untuk mengejar ketertinggalan dengan Pemprov Jateng, ORI juga akan berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah program berbasis media sosial akan dimanfaatkan untuk memudahkan masyarakat melakukan pengaduan.

“Tentu kami harus berlari mengejar ketertinggalan ini. Memang kami akui, metode yang dilakukan pak Ganjar ini lebih disukai masyarakat karena lebih cepat dalam merespon pengaduan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan menurunnya pengaduan masyarakat kepada ORI Jateng bukan hanya karena pihaknya membuka kanal pengaduan secara online. Namun, masih banyak masyarakat yang belum mengenal ORI secara detil.

“Itu karena ORI Jateng belum terkenal saja, kalau masyarakat tahu, pasti banyak yang melapor ke ORI,” tutur Ganjar.

Sampai saat ini laporan yang masuk ke ORI Jateng berkaitan pelayanan masyarakat baru dua laporan. Sedangkan laporan yang masuk pada medsos Ganjar sudah mencapai ribuan.

“Mungkin masyarakat belum tahu bahwa ada ORI yang bisa jadi tempat mengadu atau melaporkan. Saatnya ORI memperkenalkan diri agar dapat memerankan fungsinya dengan optimal,” ujarnya.

Selain di lingkungan Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten/kota lain di Jateng juga banyak yang sudah responsif, seperti Kota Semarang, Kota Solo, Banyumas dan daerah lain.

“Nah, ORI mungkin juga bisa mengadvokasi daerah-daerah lain yang masih belum responsif terkait pengaduan pelayanan publik. Selama ini, saya bersama ORI cukup intens bekerja sama khususnya dalam upaya peningkatan pelayanan publik di Jateng,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 4 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *