Home > HEADLINE > NU Ingatkan Bangsa Indonesia Jangan Mudah Diadu Domba

NU Ingatkan Bangsa Indonesia Jangan Mudah Diadu Domba

BREBES[Kampusnesia] –  Rais Aam Syuriyah  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Achyar mengingatkan bangsa Indonesia agar tidak mudah diadu domba dan dipecah belah melalui berbagai cara.

“Di antara cara yang digunakan untuk memecah belah itu dengan menghembus-hembuskan berita bohong atau hoax,” ujar kyai Miftah saat menyampaikan tausiah haul Ke-8 Almaghfurlah KH Masruri Mughni di depan ribuan umat yang memadati Masjid An-Nur, kompleks Pondok Pesantren Al-Hikmah2, Benda, Sirampog, Kabupaten Brebes akhir pekan lalu.

Menurutnya, semua informasi terutama yang bernada  pertentangan hendaknya segera ditabayunkan atau dikonfirmasikan agar jelas semua dan tidak memicu kesalahpahaman.

Sebab, lanjutnya penyebar berita bohong tentu memiliki agenda tersembunyi, diduga kuat bermotiv ekonomi namun dengan menggunakan cara -cara adu domba yang dikemas dalam isu politik dan SARA.

Dia menambahkan wafatnya ulama-ulama NU seperti Kiai Masruri yang sedang dikholi ini seringkali membuat umat kehilangan pegangan dan panutan terutama dalam dalam konteks Indonesia pengamalan ajaran Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja).

Seiring dengan berkurangnya jumlah ulama penjaga ajaran Aswaja seperti kyai Masruri  itu muncul Aswaja tandingan.  Ini sudah masuk kondisi darurat aswaja. Maka untuk membedakan, penyebutanya harus jelas,  Ahlussunnah waljamaah di tubuh NU ditambah dengan kata An-Nahdliyyah (Aswaja An-Nahdliyyah).

Karena itu , tutur Kyai Miftah, para santri harus didorong untuk terus memperdalam ilmu agama agar pada saatnya kelak dapat menjadi kiai dan ulama untuk menggantikan yang sudah wafat.

Lembaga pesantren peninggalan kyai sudah terbukti mencetak kader-kader yang pinter sekaligus bener. Yang ada sekarang banyak orang pinter tapi tidak bener bahkan kebelinger. Dalam situasi seperti ini  pesantren harus  memperbanyak kader-kader  yang mempunyai kecerdasan spiritual. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 33 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *