Home > HEADLINE > PWI Jateng-UIN Walisongo Gelar Bench Marking Untuk Mahasiswa

PWI Jateng-UIN Walisongo Gelar Bench Marking Untuk Mahasiswa

SEMARANG[Kampusnesia] – Jurnalisme harus mengedepankan properdamaian yang jauh dari berita dengan sentiment negatif, berita bohong (hoaxs) dan kekerasan.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Prof Dr H Imam Taufiq, MAg mengatakan jurnalisme penting dalam pengembangan masyarakat dan bangsa.

“Jurnalisme sekarang harus properdamaian, jauh dari berita bohong dan kekerasan,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam Bench Marking mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo bekerja sama dengan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng di Gedung Pers Semarang, Rabu (25/9)

Imam Taufik berharap melalui kegiatan Bench Marking, mahasiswa harus mampu menebar kedamaian dan menciptakan kondisi yang kondusif.

“Kami berharap para mahasiswa peserta Bench Marking juga menjadi penebar kedamaian,” tuturnya.

Jurnalisme damai, lanjutnya, menghindarkan diri dari konflik dan menjauhkan diri dari kekerasan.

“Dengan demikian, apa yang dilakukan Dewan Pers dengan memberikan uji kompetensi bagi wartawan adalah upaya yang sangat baik, sebagai ikhtiar untuk menjadikan para wartawan paham bahwa kedamaian itu penting,” ujarnya.

Kegiatan Bench Marking diikuti sebanyak 62 mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo dengan peminatan di bidang media cetak/online, radio dan televisi.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Dr H Ilyas Supena MAg mengatakan fakultas yang dipimpinnya diharapkan menjadi unity of science, tidak hanya melulu berkait dengan dakwah, tetapi juga didukung ilmu lain.

“Kami berharap agar lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki kompetensi jurnalistik untuk kebaikan umat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jateng Amir Machmud NS menuturkan jurnalisme harus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa.

Berkaitan dengan bench marking ini, tutur Amir, untuk kerja sama Sekolah Jurnalistik PWI Jateng dengan UIN mengadopsi Uji Kompetensi Wartawan.

“Dengan demikian para peserta mahasiswa itu sudah seperti mengikuti uji kompetensi wartawan dengan materi yang diadaptasi,”ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 17 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *