Home > HEADLINE > Undip Selenggarakan Dialog RUU KUHP

Undip Selenggarakan Dialog RUU KUHP

SEMARANG[Kampusnesia] – Polemik yang terus bergulir terhadap RUU KUHP direspon Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan menghadirkan para perancang Undang-undang.

Melalui Fakultas Hukum Dialog RUU KUHP digelar dengan narasumber Prof Dr Muladi SH (Tim RUU KUHP), Prof Dr Barda Nawawi Arief SH (Tim RUU KUHP) dan Prof Dr Nyoman Serikat Putra Jaya SH.MH (Tim RUU KUHP).

Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan kalau pun menolak RUU KUHP harus paham, kalau belum jangan terus setuju, belum baca kok sudah menolak.

“Forum rektor Indonesia pun sepakat bahwa perlu ada sosialisasi lebih dulu,” ujarnya menanggapi aksi mahasiswa menolak RUU KUHP, Rabu (2/9).

Menurutnya, pihaknya mendapat informasi, ternyata informasi yang mahasiswa terima tentang RUU KUHP masih minim.

Dengan demikian, lanjutnya, dialog itu diselenggarakan agar bisa memberikan pemahaman secara menyeluruh agar semua pihak paham.

“Selain itu, juga diharapkan untuk dapat dikembalikan pada dialog, masalah-masalah terkait ini kembalikan ke akademis. Kalau di jalanan, dampaknya banyak sekali. Saya saja yang orang hukum perlu belajar lagi,” tuturnya.

Yos menuturkan KUHP saat ini sebenarnya sudah banyak perubahan, misalnya hukum mati gantung, sekarang tembak mati dan sebagainya.

Dekan Fakultas Hukum Undip Retno Saraswati mengatakan sebagai perguruan tinggi punya tanggung jawab moral.

Dialog itu diadakan agar semua elemen paham jiwa atau ruh dari RUU KUHP yang sudah dibahas bertahun-tahun.

“Kegiatan ini hanya awal, ke depan kami akan melakukan sosialisasi lebih luas, misal mengadakan seminar nasional,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini, dia menambahkan pihaknya mengundang seluruh elemen, mulai dari pengacara, aparat penegak hukum, LSM, sejumlah perguruan tinggi dan lainya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 17 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *