Home > HEADLINE > Pemprov Jateng Diminta Lebih Serius Tangani Kekeringan

Pemprov Jateng Diminta Lebih Serius Tangani Kekeringan

SEMARANG[Kampusnesia] – DPRD mendesak Pemprov Jateng untuk lebih serius menyelesaikan permasalahan kekeringan yang terjadi di berbagai daerah, mengingat kekeringan tahun ini bakal mengancam lebih dari 2 juta jiwa.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan Pemprov seharusnya semakin serius menanganai permasalahan kekeringan yang melanda berbagai daerah di wilayahnya yang belakangan semakin memburuk.

“Sebagian besar sumur warga sudah mengalami kekeringan, sumber air tidak keluar, apalagi di kawasan kars (pegurnungan kapur) belum terjangkau, kita harus kerja keras. Kita harus mencari solusi untuk menemukan atau membuat sumber air permanen. Karena kekeringan ini selalu berulang tiap tahun bahkan trendnya naik,” ujarnya di Semarang, Selasa (08/10).

Hingga akhir September lalu di Jateng sudah terdapat 1.259 Desa, 3.60 Kecamatan, 22 Kabupaten/Kota mengalami kekeringan, bahkan sebanyak 545.581 KK terdampak dengan jumlah 2,056 juta jiwa.

Menurut Politisi PKS itu, kekeringan ini adalah kondisi terparah dalam lima tahun terakhir.

“Dampak kekeringan tahun ini memang paling dahsyat selama lima tahun, selain karena kemarau yang sangat panjang, kondisi air tanah kita yang semakin menipis,” tuturnya.

Menurut data yang dihimpun anggota Fraksi PKS ini, hingga periode 30 September 2019, tercatat 7 waduk dalam kondisi kosong, 16 waduk dalam kondisi dibawah rencana dan hanya 18 waduk yang sesuai rencana. Waduk yang kosong itu meliputi waduk Tempuran, Simo, Parangjoho, Kedunguling, Ngancar, Kembangan dan Botok.

Sedangkan 16 waduk yang dibawah rencana terdiri dari 4 waduk besar Malahayu, Wonogiri, Sempor dan Sudirman dan 12 waduk kecil di antaranya Gembong, Gunungrowo, Greneng, Butak, Krisak, Delingan serta Brambang.

“Debit volume dibawah rencana itu artinya kurang dari 85% rasio ketersediaan air bersih berdasarkan volume rencana, singkatnya volume air kurang,” ujarnya.

Menurutnya, penyelesaian kekeringan di Jateng ini bisa di atasi dengan keterlibatan semua pihak melalui pengangkatan sumber air, menarik air dari sumber terdekat dan juga membuat embung dan waduk untuk menampung air bersih. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 6 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *