Home > HEADLINE > UU Pesantren Tidak Gerus Independensi Kyai Dan Santri

UU Pesantren Tidak Gerus Independensi Kyai Dan Santri

SEMARANG[Kampusnesia] – Kehadiran Undang-Undang (UU) Pesantren tidak akan menggerus independensi kyai, santri bersama masyarakat yang menjadi tulang punggung keberadaan lembaga pendidikan tertua di Indonesia ini.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI Marwan Dasopang mengatakan terbitnya regulasi pesantren setingkat UU ini justru sebaliknya semakin memperkuat eksistensinya ditengah – tengah kehidupan mayarakat di era milenial ini.

“UU ini adalah kado terindah para politisi NU di PKB yang melalui hak inisiatifnya di DPR-RI mengusulkan RUU ini hingga disahkan menjadi UU,” ujar Marwan dalam acara bedah UU Pesantren yang diselenggarakan DPW PKB Jateng dan PWNU Jateng di kantor PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto 180  Semarang, Senin ( 7/10).

Menurutnya, selama ini institusi pesantren pengaturan dan pengurusannya dibawah payung hukum UU Sisdiknas yang tingkat akomadasi dan cakupannya sangat minim sekali, terbatas pada ranah pendidikan saja.

Itupun, lanjutnya, alokasi anggarannya minim sekali kendati anggaran pendidikan secara nasional alokasinya mencapai 20% dari total APBN setiap tahunnya. Alokasi anggaran pendidikan yang menyentuh pesantren terlalu kecil .

Dia menambahkan padahal ranah dan cakupan pesantren sebagaimana fungsi, visi dan misi yang diembannya selain pendidikan juga pemberdayaan dan dakwah. Dua fungsi terakhir terabaikan dan dan nyaris tidak terurus oleh negara.

Namun demikian, tutur Marwan, hal itu tidak menyurutkan kyai dan santri bersama pesantrennya  untuk terus berkiprah dalam turut serta membangun bangsa, sebagaimana yang dilakukan sejak pra kemerdekaan hingga sekarang.

UU ini, menurutnya, semakin mempertegas pengakuan dan penjaminan negara terhadap eksistensi pesantren sehingga memperkuat pesantren dalam berelasi dengan negara.

Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidullah  Shodaqoh SH menuturkan dengan hadirnya UU ini   diharapkan pesantren tidak hilang kemandiriannya.

“UU ini akan menguji ketahanan dan kemandirian para kyai pesantren, karena itu kami berharap para kyai tidak lengah dengan adanya UU Pesantren. Ada atau tidak ada UU teruslah berkhidmah mencerdaskan masyarakat dengan gaya dan model yang selama ini telah dijalankan para pendahulu kita,” tuturnya. (smh)

 

* Artikel ini telah dibaca 28 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *