Home > HEADLINE > Siswa SMP Nasima Belajar Membatik Dan Mengunjungi Keraton Surakarta

Siswa SMP Nasima Belajar Membatik Dan Mengunjungi Keraton Surakarta

SEMARANG[Kampusnedsia] – Sebanyak 102 siswa kelas VII SMP Nasima Semarang dan 9 guru pendamping mengadakan Pengenalan dan Eksplorasi Lingkungan – Jelajah Nusantara (PEL-JN) di Kota Surakarta.

Kepala SMP Nasima Hj Dwi Astuti SPd MM mengatakan selama di Kota Solo mereka belajar sejarah tentang Keraton Surakarta, Jalan Sidikoro, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon dan Sentra Batik “Puspita Mekar” Jalan Parang Pamor, Sondakan, Kecamatan Laweyan.

“Kegiatan ini merupakan rutin setiap semester di SMP Nasima, sebagai upaya untuk pembelajaran di luar kelas dengan kegiatan yang menyenangkan bagi peserta didik,” ujar Dwi Astuti, di Semarang Jum’at (11/10).

Menurutnya, melalui kegiatan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu itu mereka bisa menggali lebih dalam tentang pengetahuan dan wawasan di alam terbuka, khususnya tentang sejarah Mataram atau Keraton Surakarta dan karya batik Surakarta.

Kegiatan itu, lanjutnya, diharapkan mereka juga dapat melakukan aktivitas untuk mengamati, menyimak penjelasan dari narasumber, dan praktik langsung, sehingga  proses pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna karena dihubungkan secara kontekstual dengan materi-materi nyata di lapangan.

Dia menambahkan objek pertama adalah Keraton Kasunanan Surakarta. Di Tempat itu para siswa mengamati benda-benda peninggalan bersejarah kerajaan zaman dahulu dan menyimak penjelasan langsung dari narasumber.

Objek kedua, tutur Dwi Astuti, mengunjungi Sentra Batik Puspita Mekar utuk memperoleh penjelasan berbagai hal tentang variasi motif batik Solo oleh salah satu pemandu sentra batik Puspita Mekar.

Sentra Batik Puspita Mekar adalah usaha mandiri yang didirikan pada 1988 oleh H Muhammad Mufid dan Hj Upik Suratmi. Usaha ini bergerak dalam bidang industri batik tradisional, produk tekstile dan kerajinan tangan.

Para murid dan para guru pendamping juga mendapat kesempatan membatik bersama. Masing-masing membuat sajadah. Semua asyik menorehkan malam dengan canting sampai melakukan proses perwarnaan.

“Saya sangat kagum dengan karya batik daerah Surakarta. Motif batiknya bagus dan senang sekali bisa belajar membatik di sini,” tutur Nathania Areta Putri Anditri, murid kelas VII C SMP Nasima saat sedang melukis batik.

Selama kegiatan mereka juga aktif mengisi lembar-lembar kerja pengamatan sesuai indikator-indikator mata pelajaran terkait. Sesampai di sekolah mereka diberi tugas untuk membuat karya dokumentasi. Mereka membuat jurnal perjalanan eksplorasi yang nantinya akan diarsipkan di perpustakaan sekolah.

“Melalui kegiatan ini diharapkan peserta didik lebih bersemangat belajar untuk menggali potensi budaya dan kearifan lokal khususnya tentang karya batik di daerah Surakarta. Selain itu, mereka bisa belajar membuat dokumentasi dalam bentuk jurnal perjalanan,“ ujar Hj Dwi Astuti. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 18 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *