Home > HEADLINE > BorMar 2019 Sudah Gunakan Sistem Ballot

BorMar 2019 Sudah Gunakan Sistem Ballot

SEMARANG[Kampusnesia] – Borobudur Marathon (BorMar) 2019 dengan start di Komplek Taman Lumbini, Candi Borobudur, telah berkelas dunia, bahkan menerapkan penggunaan pendaftaran sistem ballot.

Ketua Yayasan Borobudur Marathon (BorMar) Liem Chien An mengatakan BorMart 2019 sudah menjadi kelas dunia, karena realitas tersebut sudah ditunjukkan dengan tata cara pendaftaran peserta yang menggunakan sistem ballot (undian).

Sistem ballot, lanjutnya, merupakan prosedur pendaftaran yang digunakan dalam banyak marathon besar di seluruh dunia untuk mendapatkan kesempatan menjadi peserta (slot).

“Kita jangan bicara dulu soal World Marathon Majors, karena itu sudah jadi brand. Tapi kalau BorMar 2019 sudah kelas dunia. Peserta sudah mendunia dan cara pendaftaran peserta pun sudah ikut maratahon dunia yaitu ballot,” ujarnya, Minggu (13/10).

Menurutnya, sistem ballot membuat pendaftaran sangat fair. Tidak ada lagi peserta yang kecewa karena terlambat mendaftar atau merasa gagal mendaftar lantaran jaringan online yang ngadat.

Senada Panitia Pelaksana Lukminto Wibowo menuturkan BorMar 2019 yang siap digelar pada 17 November mendatang sudah berkelas dunia karena sudah memenuhi standar marathon dunia.

Standar tersebut, dia menambahkan meliputi sistem pendaftaraan, adanya race director yang bersertifikat, race yang dilalui, peserta yang internasional hingga keberadaan broadcasting.

Menurutnya, tim BorMar 2019 akan mengumpulkan seluruh komunitas runner di FX Senayan, awal November mendatang.

‘’Kami akan sosialisasikan BorMar 2019 kepada runners di Tanah Air. Bukan saja mengenalkan lomba lari ini, tapi kami mengadakan training, workshop untuk mengedukasi kepada pelari tentang apa yang perlu dipersiapkan ketika mengikuti lomba lari,” tutur Luki panggilan akrab Lukminto Wibowo itu.

Dia mengatakan tidak semua pelari paham yang harus dilakukan sebelum berlari, khususnya untuk jarak jauh. Adanya pelari yang sesak nafas dan jatuh pingsan adalah indikasi belum pahamnya pelari tentang persiapan fisik.

‘’Kami akan mendatangkan ahlinya dalam sosialisasi BorMar itu. Ada trainer yang bisa menjelaskan tentang cara berlari yang benar,’’ ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 20 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *