Home > HEADLINE > Mantan Pengurus KNPI Jateng Harus Tegas Tolak Radikalisme Dan Terorisme

Mantan Pengurus KNPI Jateng Harus Tegas Tolak Radikalisme Dan Terorisme

SEMARAN[Kampusnesia] – Sikap pemuda Indonesia dan para mantan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) harus tegas dan jelas dalam menyikapi manuver para pengusung ideologi radikalisme dan terorisme.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo SH mengatakan dalam kurun waktu lima tahun terakhir manuver yang digelar para pengusung ideologi radikalisme dan terorisme berlangsung massif dan tidak lagi sembunyi – sembunyi untuk mengganti sistem kenegaraan yang ada dengan paksa.

“Saatnya bangsa Indonesia bangkit, para pemuda dan mantan aktifis KNPI saatnya harus bersikap tegas dan terang-terangan juga, menentang berbagai ideologi yang ingin mengganti Pancasila,” ujar Tjahjo dalam Temu Kangen Akbar Mantan Pengurus KNPI Jateng Lintas Periode di aula rumah dinas Walikota Semarang, Manyaran Minggu (13/10).

Menurutnya, mereka sudah terindikasi nyata ingin mengganggu dan mengganti sistem dan Ideologi negara yang dirancang oleh fiunding fathers dengan ideologi transnasional yang tidak laku di negara asalnya.

Ujaran kebencian dan isu intoleransi, lanjutnya, menjadi amunisi penting dan terus menerus mereka hembuskan untuk mengacaukan suasana kebangsaan melalui berbagai cara.

Dia menambahkan isu SARA silih berganti dihembuskan, digoreng dan dibentur-benturkan untuk memperlemah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Ini bisa dilihat bersama saat rangkaian agenda Pemilu 2019 berlangsung, realitas perbedaan agama dijadikan konten provokasi, lalu dirasa gagal dibelokkan ke isu ras terutama paska pengesahan hasil Pemilu oleh KPU hingga mencuat sederet peristiwa yang menggores suasana kebangsaan kita,” tuturnya.

Suasana kebangsaan, lanjutnya, yang sebelum lima tahun terakhir terasa nyaman menjadi sumpek, karena dipaksa untuk saling curiga dan menggerus nilai kepercayaan atau trust. Beruntung sekali ketahanan bangsa Indonesia masih tinggi dan kokoh sehingga NKRI tetap tegak

“Namun demikian, manuver mereka jangan dibiarkan, langsung dihadang. Para mantan pengurus KNPI yang dimasa lalu merasakan indahnya perbedaan dan keragaman dalam keberadaan harus tampil dan tegas bahwa keragaman yang ada adalah potensi untuk memperkokoh bangsa bukan untuk memecah belah bangsa,” ujar Tjahjo yang juga mantan Ketua DPD KNPI Jateng dan DPP KNPI .

Dengan mengambil sikap dan posisi jelas itu, mantan pengurus KNPI berada di pihak mana dalam konteks ini, setidaknya akan berpengaruh pada kekuatan rakyat Indonesia dalam menjaga keutuhan NKRI. (smh)

* Artikel ini telah dibaca 11 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *