Home > HEADLINE > Densus 88 Mabes Polri Tangkap 4 Terduga Teroris Di Gunungpati

Densus 88 Mabes Polri Tangkap 4 Terduga Teroris Di Gunungpati

SEMARANG[Kampusnesia] – Detasemen Khusus 88 Anti Teroris Mabes Polri menangkap empat terduga teroris di Kampung Kepoh RT 01 R W04 Kelurahan Nongkosawit Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Selasa pagi (15/10).

Dari hasil penangkapan tersebut Densus 88 juga menyita beberapa item barang dari dalam rumah tersebut.

Menurut informasi di lapangan menyebutkan dalam penangkapan tersebut tim Densus 88 Mabes Polri berhasil mengamankan terduga teroris AMR (44)  warga  Pringapus,  Kabupaten Semarang dan MH (44) yang beralamat di  Wonodadi Kecamatan, Gadingrejo,  Pringsewu, Lampung beserta dua anaknya.

Kanit Reskrim Polsek Gunungpati AKP Hengky Prasetyo membenarkan ada petugas Densus ke rumah terduga teroris. Dari pihak Polsek hanya melakukan pengamatan dari jauh.

“Kita tidak boleh mendekat. Kalau gak salah pak RT yang diajak menyaksikan kegiatan penggeledahan di rumah itu,” ujarnya, Selasa (15/10)

Hengki juga tidak tahu persis detail penangkapan terduga teroris karena pihak Densus melarang anggota Polsek untuk mendekat di TKP.

Dari penangkapan tersebut menurut sumber, petugas Densus 88 anti teror menyita laptop, flashdisk dan sejumlah dokumen dari dalam rumah terduga teroris.

Sementara itu, Hafidz Ketua RW 4, Kelurahan Nongkosawit Kecamatan Gunungpati Kota Semarang menuturkan cukup mengagetkan saat kejadian penangkapan terduga teroris tersebut yang dilakukan pukul 07.00 pagi itu.

“Saat itu saya lagi di kebun. Nah lalu diajak pak RT 01 (Arifin) untuk mendampingi dalam proses penggrebekan,” tuturnya.

Menurutnya, jika AMR tidak sering berada di rumah yang ditempati MH beserta dua orang anaknya saat ini. Bahkan paling seminggu sekali dia pulang, karena istrinya dua, satunya ada di Ungaran.

Namun, lanjutnya, saat terjadi penggrebekan itu bertepatan suaminya pas berada di rumah, kabarnya kerja yang berasngkutan sebagai pemborong bangunan.

Hafidz menambahkan kondisi rumah kontrakan yang dihuni MH beserta kedua anaknya lebih sering tertutup dan mereka sudah 3 tahun tinggal di daerah itu, meski sempat berpindah-pindah dari kontrakan ke kontrakan. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 31 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *