Home > EKONOMI & BISNIS > Busana Muslim Denim Dan Motif Kotak Paling Diminati Konsumen

Busana Muslim Denim Dan Motif Kotak Paling Diminati Konsumen

SEMARANG[Kampusnesia] – Semarang Hijab and Craft Expo (SHE) 2019 yang digelar di Mal Paragon Semarang, yang dimeriahkan dengan peragaan busana muslim dari produsen asal Salatiga Ritz Syar’I, akhir pekan lalu, banyak didominasi perpaduan bahan denim dan motif kotak-kotak.

“Busana muslim casual itu, kini sedang banyak dicari muslimah milenial untuk persiapan libur akhir tahun,” ujar sang desainer, Rindita Soetikno sekaligus pemilik butik Ritz Syar’i .

Menurutnya, kali ini cukup berbangga karena produk lokal mulai dilibatkan dalam fashion show SHE 2019. Sebagai brand dari asli lokal Jateng, mulai mencoba memajang produk-produk terbaiknya.

“Kali ini kami menunjukan bernagai jenis busana muslim koleksi untuk liburan akhir tahun,” tuturnya.

Dalam pemasaranya, koleksi busana di Ritz Syar’i tidak dilakukan direct selling,  kecuali, di butik mereka di Salatiga. Penjualan lebih banyak melalui toko online atau reseller resmi yang ditunjuk.

“Pembeli mauoun oemesanan banyak datang dari berbagai wilayah di Tanah Air,” ujarnya.

Direktur Imperium Indonesia Yuni Kanaya selaku penyelenggara pameran menuturkan dalam ajang ini banyak melibatkan para UKM lokal di Semarang dan sekitarnya. Respons masyarakat juga cukup menggembirakan. Bahkan, secara umum target transaksi senilai Rp 200 juta dalam sehari telah terlampaui.

“Dalam sehari tercapai 115% hingga 150%. Di hari terakhir ini kami belum menghitung karena masih berjalan hingga malam,” tutur Yuni.

Pameran kali ini, lanjutnya, lebih meriah dari pada tahun lalu, karena pihaknya kini lebih mengedepankan UKM lokal. Begitu juga saat pameran busana muslim.

“Kalau tahun sebelumnya kami undang desainer dari Jakarta. Namun kini lokal saja. Meski begitu produknya sudah banyak dikenal luas oleh pecinta busana muslim,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 19 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *