Home > EKONOMI & BISNIS > AGRIBISNIS > CJIBF 2019 Siap Tawarkan Investasi Lima Sektor Unggulan Senilai Rp75 Triliun

CJIBF 2019 Siap Tawarkan Investasi Lima Sektor Unggulan Senilai Rp75 Triliun

SEMARANG[Kampusnesia] – Minat investor untuk pengembangkan usaha maupun pendirian industri di wilayah Jateng hingga 2020 bakal semakin meningkat dengan nilai investasi mencapai triliuan rupiah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri mengatakan minat investor baik PMA maupun PMDN itu tercermin pada pendaftaran kehadiran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Central Java Business Expo (CJBE) 2019 yang dijadwalkan akan berlangsung pada 5 November mendatang.

“Hingga saat ini tercatat terdapat 330 investor telah mendaftar untuk hadir pada CJBF dan CJBE 2019. Dari jumlah sebanyak itu, 214 investor di antaranya telah memastikan akan hadir,” ujarnya di Semarang, Rabu (30/10).

Ajang CJIBF dan CJBE 2019, lanjutnya, bakal dilaksanakan pada 5 November 2019 di Birawa Assembly, Hall Hotel Bidakara Jakarta dengan menawarkan investasi senilai Rp75 triliun dan US$ 810 juta.

Terdapat lima sektor investasi unggulan yang ditawarkan dalam ajang pesta investasi ke-15 itu, di antaranya proyek sektor  pariwisata, manufaktur, properti, infrastruktur dan agrikultur.

Menurutnya, sektor pariwisata yang ditawarkan di antaranya proyek pengembangan Pemandian Kalianget Wonosobo senilai Rp12,20 miliar, pengembangan kawasan Kledung Temanggung senilai Rp18,74 miliar, pengembangan wisata Pulau Panjang senilai Rp22,25 milar, serta kawasan wisata Agroedupark Tlogowening Kabupaten Semarang senilai Rp361,50 miliar.

Sedangkan proyek manufaktur meliputi pembangunan industri perikanan udang terpadu di Kabupaten Cilacap senilai Rp550,02 miliar. Bidang properti yang ikut ditawarkan pengembangan Solo Convention-Exhibitioan Hall di Kota Surakarta senilai Rp124,48 miliar.

Dia menuturkan untuk sektor infrastruktur berupa pembangunan docking kapal di Kabupaten Rembang senilai Rp45,50 miliar, serta sektor Agrikulur yakni proyek pengembangan pembenihan ikan nila salin di Kabupaten Pati senilai Rp11,93 miliar.

“Kami optimistis pada CJIBF dan CJBE 2019 mendatang bakal mencapai target investasi senilai Rp75 triliun dan US$ 810 juta,” tutur Ratna.

Peserta CJIBF dan CJBE selain para para investor dari berbagai negara juga domestik, serta pelaku usaha, asosiasi usaha tingkat regional hingga pusat, duta besar negara sahabat, bupati/walikota sebagai pemangku kepentingan di lokasi proyek investasi.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jateng yang terlibat ikut dalam penawaran proyek sangat berpeluang investasi terutamaDPMPTSP 35 kabupaten/kota, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD Jateng serta lembaga keuangan dan perbankan.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan dalam forum CJIBF dan CJBE diharapkan para investor dapat diberikan gambaran tentang kondisi Jateng, seperti ekonomi makronya, tren pertumbuhan, sektor yang diminati, potensi yang dimiliki serta analisis nasionalnya.

“Nantinya agar diutamakan investor dari dalam negeri dulu sebelum menawarkan kepada invenstor asing,” ujar Ganjar. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 5 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *