Home > EKONOMI & BISNIS > DPRD Jateng Terus Dorong APBD 2020 Pro Rakyat

DPRD Jateng Terus Dorong APBD 2020 Pro Rakyat

SEMARANG[Kampusnesia] – DPRD Jateng bakal terus mendorong Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng 2020 harus berpihak kepada rakyat, sebagai upaya untuk memprioritaskan pengentasan kemiskinan.

Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri mengatakan, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng 2020 ini harus berpihak kepada rakyat.

“Kita harus mem-breakdown APBD ini sesuai kebutuhan dan menyentuh langsung kepada lapisan masyarakat,” ujarnya disela-sela Rapat Pembahasan RAPBD tahun Anggaran 2020, di Gedung DPRD Jateng, Kamis (7/11).

Menurutnya, APBD akan di prioritaskan untuk pengentasan kemiskinan pada 14 daerah di wilayah Jateng yang masuk ke Zona merah angka kemiskinan yang cukup tinggi.

Ke-14 daerah itu, lanjutnya, di antaranya Kabupaten Pemalang, Klaten, Sragen, Rembang, Blora, Demak, Grobogan, Purworejo, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, dan Brebes.

Selain pengentasan kemiskinan, dia menambahkan pada RAPBD 2020,  DPRD Jateng juga mengkonsentrasikan anggaran pada bidang pendidikan, di antaranya dengan menyepakati penambahan SMA/SMK/SLB Negeri Jateng sebanyak 12 unit untuk siswa yang kurang mampu.

“Ketiga SMK itu yang sudah berjalan hasil evaluasinya ternyata bagus, ada yang diterima di perguruan tinggi negeri, ada yang sudah bekerja, bahkan membuka lapangan kerja. Kita tambahkan jadi 12 unit, total menjadi 15 unit SMA/SMK/ termasuk SLB Negeri. Upaya ini untuk pengentasan kemiskinan melalui bidang pendidikan,” tuturnya Anggota DPRD asal Fraksi PKS itu.

Sekolahan, tutur  Quatly, yang akan dibangun berkonsep semi boarding, sehingga siswa yang berasal dari daerah yang jauh dari sekolah dapat ter back up operasionalnya.

Dia menuturkan untuk pembangunan Gedung Pendidikan, Pemprov Jateng telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk setiap unitnya.

“Bahkan kami juga menganggarkan bantuan seragam kepada kurang lebih 90.000 siswa kurang mampu di tingkat SMA sederajat dengan alokasi anggaran senilai Rp14 miliar beserta scale up pemberian paket sembako dari 7.500 paket di 6 kabupaten/kota menjadi 150.000 paket,” ujarnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 6 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *