Home > EDITOR'S CHOICE > Stategi Menerapkan Jebakan Clickbait

Stategi Menerapkan Jebakan Clickbait

Judul adalah hal yang terpenting untuk sebuah karya. Bisa jadi judul yang menarik bisa mengangkat tulisan yang jelek menjadi terbaca, video yang tidak bermutu menjadi terlihat. Bahkan tidak sedikit dari masyarakat yang hanya memahami judul saja tanpa melihat isi konten dengan lengkap, inilah yang menjadikan judul sebagai multitafsir bahkan tafsiran masyarakat terhadap suatu judul bisa mempengaruhi suatu prespektif tentang fakta yang sedang terjadi.

Tidak mengherankan,  jika tidak sedikit pula masyarakat yang tercemoh mau termakan emosinya oleh judul yang kontroversi, hal ini biasa disebut dengan “clickbait” istilah ini mengarah kepada suatu judul berita yang sengaja dibuat untuk menggoda pembaca dengan konten provokatif tapi menarik perhatian.

Clickbait inilah bertujuan untuk mendapatkan viewer atau pembaca, tanpa memperdulikan kualitas dan akurasi konten yang disajikan, dengan bergantung pada judul yang sensasional dan memprofokasi atau cuplikan gambar yang mendorong orang untuk membaca atau melihatnya. Jika clickbait terdapat dalam konten di internet maka tujuannya yaitu mendapatkan google adsense.

Sebenarnya, clickbait memberikan keuntungan dan kerugian yang sangat variatif tergantung pemanfaatannya. Keuntungan yang diberikan contohnya dapat memaksimalkan jumlah viewer dari berbagai kalangan. Jika konten menarik dan up to date tidak jarang situs akan menjadi semakin terpercaya dan di share banyak orang, hingga kepopuleran dan keuntungan finansial bisa didapatkan bersamaan.

Tidak menutup kemungkinan website atau blog maupun media sosial akan dihubungi oleh pemilik produk atau jasa yang ingin memasang advertisement. Selain menambah lagi keuntungan, sedangkan iklan di website atau blog akan semakin meningkatkan prestige halaman tersebut.

Clickbait dinilai sebagai strategi yang mudah digunakan dalam mengejar rating, tidak hanya pembuat konten saja yang menggunakan clickbait media yang khususnya bergerak dalam platform daring menggunakan strategi tersebut. Frase clickbait dalam kamus Merriam Webster didefinisikan sebagai penggunaan headline berita daring yang catchy sehingga (pembaca) tak dapat menahan untuk mengklik (umpan klik).

Judul clickbait bisa mempermainkan psikologis pembacanya dari yang acuh terhadap suatu konten menjadi memiliki daya tarik terhadap suatu konten. Hal ini dapat dijelaskan dengan sistem komunikasi intrapersonal dikarenakan rasa penasaran yang timbul dari stimuli yang mengakibatkan sensasi yang timbul setelah membaca suatu judul konten.

Stimuli ini adalah suatu ransangan atau dorongan yang mengakibatkan seseorang memperhatikan dan memberikan pandangan terhadap suatu penilaian terhadap ransangan. dimana sensasi yang kemudian menjadi sebuah presepsi inilah yang membuat para penikmat konten jadi masuk kedalam jebakan clickbait

Seperti contoh judul clickbait, Berikut ini 5 kebiasaan nyeleneh presiden yang tidak kamu sangka, nomor 3 membuat banyak kalangan terheran-heran. Dari contoh diatas terlihat bagaimana pembuat konten mengirimkan stimuli yang mengakibatkan sensasi yang timbul yaitu rasa penasaran pembaca yang akan menghadirkan suatu presepsi dari judul clickbait tersebut. Dengan judul tersebut akan membuat masyarakat pembaca menjadi penasaran terhadap suatu konten tersebut. Walaupun yang sebenarnya didalam konten tersebut adalah kebiasaan presiden pada umumnya, dimana banyak dari masyarakat yang mengetahuinya. Namun, dengan judul seperti itu membuat pembaca menjadi penasaran dan masuk kedalam jebakan clickbait.

Selain itu, judul clickbait yang mudah dikenali adalah penggunaan frase yang bombastis, hiperbola, dan menggelitik kognisi masyarakat untuk membukanya. Judul-judul click bait, biasanya berita click bait yang bermuara pada konten menjebak alias tak sesuai dengan judul memasukkan kata-kata seperti “astaga”, “heboh”, “inilah”, “viral menggunakan tanda seru berlebihan dan tanda titik lebih dari satu.

Judul semacam ini sebetulnya sudah sangat amat menjamur dalam koran kuning “Yellow Pages”, yang memang hanya memuja klik. Ini mirip dengan logika oplah dalam media cetak.

Meskipun clickbait dirasa penting bagi sejumlah pelaku pembuat konten, terutama untuk mendatangkan pundi-pundi iklan atau bisa disebut dengan Advertise, tetapi jika antara konten dan judul berbeda, hal ini tidak ada bedanya dengan melakukan tindak penipuan.

Bahkan pembaca selaku penikmat informasi bisa dirugikan karena jebakan judul tersebut. Hal ini akan menyebabkan pada menurunnya kepercayaan masyarakat pada kredibilitas media yang bersangkutan.

Oleh: Rezanda Akbar Mahasiswa STIKOM Semarang
* Artikel ini telah dibaca 31 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *