Home > EKONOMI & BISNIS > Jateng Hingga Oktober 2019 Peroleh Pendapatan Sektor Pajak Kendaraan Rp3,8 Triliun

Jateng Hingga Oktober 2019 Peroleh Pendapatan Sektor Pajak Kendaraan Rp3,8 Triliun

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemprov Jateng terus menggenjot pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan, sebagai upaya untuk mencapai target yang ditetapkan hingga Desember mendatang senilai Rp4,5 triliun.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng Tavip Supriyanto mengatakan pendapatan dari sektor pajak kendaraan kini terus digenjot hingga diharapkan target 2019 yang ditetapkan senilai itu bisa terlampui.

Bahkan, lanjutnya, hingga Oktober 2019, Bapenda Jateng  telah merealisasikan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor sebesar 84,64% seinilai Rp3,8 triliun, sehingga sisanya diharapkan sampai akhir tahun ini sudah dapat direlisasikan.

Selain itu, dia menambahkan terdapat pendapatan lain dari sektor bea balik nama kendaraan sebesar Rp2,8 triliun. Targetnya tahun ini, bea balik nama yang ditetapkan senilai Rp3,4 triliun.

“Kami optimis hingga akhir tahun ini target pendapatan dari sektor pajak dan balik nama itu dapat tercapai, mengingat akhir Nomber-Desember masih cukup banyak wajib pajak kendaraan yang bakal melunasi pajak pada bulan tersebut,” ujarnya, Rabu (13/11).

Menurutnya, Bapenda Jateng telah membuat inovasi baru dengan bayar pajak berbasis aplikasi bernama Sakpole. Dengan aplikasi itu, maka kemudahan masyarakat dalam membayar pajak dapat diberikan kepada masyarakat pemilik kendaraan.

“Sekarang bayar pajak sambil tidur pun bisa. Di mana saja bisa bayar pajak, bisa di rumah, di Jakarta dan kota-kota lainnya,” tuturnya.

Aplikasi Sakpole, tutur Tavip, yang awalnya hanya bekerja sama dengan Bank Jateng dan Bank BNI, namun kini semakin diperluas denga menggandeng Bank Mandiri, PT Pos Indonesia, BPR/BKK Purwodadi, lndomart, Alfamart, Tokopedia dan lainnya.

“Tahun ini, kami telah memiliki 212 titik layanan yang tersebar di seluruh wilayah Jateng. Titik layanan itu tersebar di 37 Samsat induk, 10 Samsat pembantu, 60 Samsat keliling, 19 Samsat gerai, 7 Samsat cepat drive thru, 21 Samsat kabupaten dan 56 Samsat siaga,” ujarnya.

Hingga Oktober lalu tercatat masih ada data tunggakan pajak sebesar Rp362,28 miliar dan kini telah diupayakan dengan berbagai cara untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak, di  antaranya dengan melaksanakan Gebyar Hadiah Samsat.

Gebyar Hadiah Samsat merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada wajib pajak yang telah menunaikan kewajibannya dengan baik. Progam Gebyar Hadiah Samsat, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tertib membayar pajak akan tumbuh dan meningkat.

“Rencananya, kegiatan itu akan dilaksanakan pada Sabtu-Senin ( 23-25 November 2019) mendatang. Kegiatan akan dilakukan di dua tempat meliputi Kantor Bapenda Jateng dan di Paragon Mall. Dalam kegiatan itu akan diundi sejumlah hadiah, di antaranya 47 unit sepeda motor, dan grand prize dua unit mobil,” tuturnya. (rs)

* Artikel ini telah dibaca 8 kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *