Home > HEADLINE > Jateng Umumkan Penetapan UMP 2020 Sebesar Rp1.742.015

Jateng Umumkan Penetapan UMP 2020 Sebesar Rp1.742.015

SEMARANG[Kampusnesia] – Pemprov Jateng telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 sebesar Rp1.742.015,222, mengalami kenaikkan 8,51% dibanding UMP 2019 yang hanya sebesar Rp1.605.396,02.

Penetapan UMP Jateng 2020 itu diumumkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sarwa Pramana dan Plt Kadisnakertrans Susi Handayani di rumah dinas Puri Gedeh, Semarang Rabu (20/11)

Penetapan UMP itu, tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Jateng Nomor 560/58 Tahun 2019  tentang UMP 35 Kabupaten/kota di Jateng 2020 tertanggal 19 November 2019, yang berlaku per 1 Januari 2020. Penetapan UMP 2020 juga berdasarkan ketentuan perundang-undangan PP nomor 78 tahun 2015 yang dihitung berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Upah Minimum Kabupaten/Kota  (UMK) se- Jateng juga telah ditetapkan. Dari 35 Kabupaten/Kota se- Jateng, UMK tertinggi Kota Semarang sebesar Rp2.715.000, sementara upah terendah berada Kabupaten Banjarnegara sebesar Rp1.748.000.

Ganjar mengatakan penetapan upah telah melalui mekanisme yang ada dan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Upah minimum dihitung berdasarkan formula pasal 44 ayat 2 PP nomor 78 tahun 2015, sesuai dengan surat Menteri Ketenagakerjaan nomor BM 305 tahun 2019. Adapun dasar perhitungan upah minimum sebesar 8,51%, dengan perincian inflasi nasional sebesar 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%,” ujar Ganjar.

Menurutnya, UMK ditetapkan hanya untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Sementara pekerja yang sudah lebih dari satu tahun, maka besaran upah tidak mengacu pada UMK yang ditetapkan.

“Silahkan dirundingkan secara bipartit antara pekerja atau buruh dengan pengusaha di perusahaan. Silahkan mereka mengatur besaran upahnya,” tuturnya.

Dalam penetapan UMK tersebut, lanjutnya, tetap memperhatikan rekomendasi dari dewan pengupahan Provinsi Jawa Tengah serta Bupati/Wali Kota. Besaran UMK yang ditetapkan merupakan murni dari usulan 35 Kabupaten/Kota se-Jateng.

“Meskipun kami punya Upah Minimum Provinsi (UMP), tapi yang kami gunakan adalah UMK, karena kalau menggunakan UMP, perbedaannya terlalu njomplang antara kota besar dengan daerah kecil,” ujarnya.

Berdasarkan hasil sidang pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jateng tentang pembahasan UMK tahun 2020, kemudian gubernur menetapkan UMK tahun 2020 melalui Surat  Keputusan Gubernur Nomor 560/58 tahun 2019.  Keputusan itu berisi tentang penetapan besaran UMK di Jawa Tengah.

“UMK tertinggi Kota Semarang sebesar Rp2.715.000. Sementara UMK terendah Kabupaten Banjarnegara sebesar Rp1.748.000. Kenaikan UMK tertinggi Kota Tegal sebesar 9,25%. Rata-rata kenaikan UMK di Jateng sebesar 8,57%,” tuturnya.

Ganjar meminta agar semua pihak menerima penetapan UMK ini. Kepada para pengusaha yang keberatan, diberikan waktu untuk mengajukan penangguhan.

“Kami juga akan terus mengawasi pelaksanaan UMK 2020. Kalau ada perusahaan yang tidak melaksanakan, silahkan lapor ke kami,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Jateng Susi Handayani menuturkan penetapan UMK di Jateng tahun ini sudah 100% sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“UMK ini akan mulai berlaku per 1 Januari 2020. Kepada perusahaan yang keberatan, diberikan waktu untuk mengajukan penangguhan paling lambat tanggal 20 Desember 2019 atau 10 hari sebelum pelaksanaan UMK. Kalau melebihi batas waktu itu, pasti ditolak,” tutur Susi. (rs)

Berikut daftar UMK di 35 Kabupaten/Kota se Jateng

  1. Kota Semarang Rp2.715.000
  2. Kab. Demak Rp2.432.000
  3. Kab. Kendal Rp2.261.775
  4. Kab. Semarang Rp2.229.880
  5. Kota Salatiga Rp2.034.915
  6. Kab. Grobogan Rp1.830.000
  7. Kab Blora Rp1.834.000
  8. Kab Kudus Rp2.218.451
  9. Kab jepara Rp2.040.000
  10. Kab Pati Rp1.891.000
  11. Kab Rembang Rp1.802.000
  12. Kab Boyolali Rp1.942.500
  13. Kota Surakarta Rp1.956.200
  14. Kab Sukoharjo Rp1.938.000
  15. Kab Sragen Rp1.815.914
  16. Kab Karanganyar Rp1.989.000
  17. Kab Wonogiri Rp1.797.000
  18. Kab klaten Rp1.947.821
  19. Kota Magelang Rp1.853.000
  20. Kab Magelang Rp2.042.200
  21. Kab Purworejo Rp1.845.000
  22. Kab Temanggung Rp1.825.200
  23. Kab Wonosobo Rp1.859.000
  24. Kab Kebumen Rp1.835.000
  25. Kab Banyumas Rp1.900.000
  26. Kab Cilacap Rp2.158.327
  27. Kab Banjarnegara Rp1.748.000
  28. Kab Purbalingga Rp1.940.800
  29. Kab Batang Rp2.061.700
  30. Kota Pekalongan Rp2.072.000
  31. Kab Pekalongan Rp2.018.161
  32. Kab Pemalang Rp1.865.000
  33. Kota Tegal Rp1.925.000
  34. Kab Tegal Rp1.896.000
  35. Kab Brebes Rp1.807.614
* Artikel ini telah dibaca 13 kali.
Kampusnesia
Media berbasis teknologi internet yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *